Thursday, 05 December 2019

Calon Independen Sulit Ikut Pilkada Pemkot Bekasi

Jumat, 18 Agustus 2017 — 21:35 WIB
ilustrasi pilkada

ilustrasi pilkada

BEKASI (Pos Kota) – Melihat dekatnya waktu pelaksanaan Pilkada Kota Bekasi, membuat peluang peserta calon independen tipis. Hal ini akibat persyaratan dukungan yang berat.

Hal ini dibenarkan Ir H Kanti Prajogo, anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bekasi. “Meski bisa, tetapi sangat berat kalau sekarang belum mempersiapkan dukungannya,” katanya, Jumat (18/8) sore.

Disebutkan, salah satu persyaratan bagi bakal calon independen adalah dukungan dengan menyertakan fotokopi KTP sekitar 113 ribu. Syarat ini yang dianggap sulit, mengingat waktu sudah demikian dekat. “Kalau tahun lalu sudah mulai mengumpulkan dukungan mungkin bisa,” katanya.

Ketua Komisi Pemilihan Umun (KPU) Kota Bekasi, Ucu Asmara Sandi, mengatakan, Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bekasi 2018 dimulai September 2017.

Ucu mengungkapkan, untuk penyerahan syarat dukungan KTP pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota dari perseorangan (Independen) di mulai November 2017.

“Syarat dukungan harus 6,5 persen dari total data DPT Pilpres 2014,” ucapnya.

Verifikasi faktual KTP dukungan dilakukan tanggal 13-19 Desember 2017.

Pilkada Kota Bekasi akan dilakukan serentak bersama Pilkada di propinsi Jawa Barat dan daerah lain. Tahapan sudah dimulai dan pelaksanaan pencoblosan akan dilakasanakan pada 27 Juni mendatang.

Saat ini, sejumlah tokoh disebut bakal dicalonkan melalui partai dalam Pilkada nanti. Seperti calon patahana Walikota Rahmat Effendi yang dinilai beberapa kalangan paling kuat. Ada juga H Ahmad Syaikhu, wakil walikota, yang saat ini santer disebut akan ke provinsi menjadi Bakal Calon Gubernur Jawa Barat. Meski sampai saat ini, Ketua DPD PKS Jawa Barat ini belum mengantongi rekomendasi resmi dari partai.

Calon lain disebut seperti Siti Aisyiah (Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat), Herry Kuswara (PKS), Anim Imamuddin (PDIP), Tumay (PDIP), Solihin, dan lainnya. (chotim)