Thursday, 14 November 2019

Ini Kronologi Penangkapan Panitera PN Jaksel Hingga Ditetapkan Jadi Tersangka

Selasa, 22 Agustus 2017 — 17:51 WIB
Ketua KPK menunjukkan barang bukti yang disita dari OTT panietra PN Jakarta Selatan. (julian)

Ketua KPK menunjukkan barang bukti yang disita dari OTT panietra PN Jakarta Selatan. (julian)

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo mengungkapkan, praktik dugaan suap yang dilakukan Tarmizi, panitera pengganti pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan dan Akhmad Zaini, pengacara PT Aquamarine Divindo Inspection (ADI) bermotif pengamanan perkara.

Zaini diduga memberikan uang Rp425 juta kepada Tarmizi agar PN Jaksel menolak gugatan perdata wanprestasi yang diajukan PT Eastern Jason Fabrication Services Pte, Ltd (EJFS) terhadap PT ADI.

“Diduga Pemberian AKZ (Akhmad Zaini) selaku kuasa hukum PT ADI kepada TMZ (Tarmizi), agar gugatan EJFS Pte, Ltd, terhadap PT ADI ditolak, dan menerima gugatan rekonfensi PT ADI,” kata Agus, di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (22/8/2017).

Sebagaimana diketahui, kemarin siang, tim penyidik KPK melancarkan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Ragunan, Pasar Minggu, Jaksel. Dalam operasi senyap itu diamankan lima orang. Yaitu Tarmizi; dua kuasa hukum PT ADI, Akhmad Zaini, dan FJG; pegawai honorer PN Jaksel, TJ, dan S, sopir rental yang disewa Zaini.

Awalnya, Agus memaparkan, penyidik lebih dulu menciduk Zaini di depan masjid PN Jaksel, sekitar pukul 12:30 WIB. Selanjutnya menangkap TJ di parkiran motor PN Jaksel.

“Setelah itu tim masuk ke ruang kerja TMZ dan mengamankan yang bersangkutan dalam ruangan.

Selain itu tim KPK juga mengamankan FJG yang menunggu di ruang sidang dan S di parkiran mobil,” papar Agus.

Menurut Agus, sebelum melakukan OTT di lingkungan PN Jaksel, tim penyidik KPK telah memantau pergerakan Zaini yang tiba di bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 8:00 WIB pagi dari penerbangan Surabaya-Jakarta. Terpantau pula Zaini sempat menemui Tarmizi di lingkungan PN Jaksel.

“Pada pertemuan itu, AKZ menerima pengembalian cek senilai Rp250 juta dari TMZ, karena TMZ tidak dapat mencairkan cek tersebut. Setelah itu AKZ mencairkan cek tersebut dan cek lainnya yang dibawa senilai Rp100 juta di Bank BNI Ampera dan memasukannya ke rekening BCA miliknya,” urai Agus.

Kemudian, Agus melanjutkan, Zaini melakukan transaksi pemindahanbuku antar-rekening BCA miliknya ke rekening TJ, pegawai honorer yang disebut-sebut bekerja sebagai office boy merangkap juru parkir, sebesar Rp300 juta.

(Baca: Home Kriminal Panitera PN Jaksel Jadi Tersangka, Ketua KPK: Ini Keprihatinan)

Alhasil, KPK mengamankan barang bukti pemindahan dana antar-rekening BCA milik Zaini ke rekening TJ, yaitu senilai Rp100 juta tanggal 16 Agustus 2017 dan senilai Rp300 juta tanggal 21 Agustus 2017. “Kemudian dimasukkan ke dalam amplop putih di dalam tas milik AKZ,” ucap Agus.

KPK juga mengamankan buku tabungan dan ATM milik TJ yang diduga sebagai penampungan dana. Sekitar pukul 13:00 WIB kelimanya dibawa ke Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan.

(Baca: KPK Tetapkan Panitera Pengganti PN Jaksel dan Pengacara Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap)

Dari hasil pemeriksaan secara intensif dan gelar perkara yang dilakukan tim penyidik dan pimpinan KPK, akhirnya diputuskan Tarmizi dan Zaini berstatus tersangka.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Tarmizi yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara Zaini ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dan disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (julian/yp)

Terbaru

Kamis, 14/11/2019 — 7:59 WIB
Efektifkah Kenaikan BBN-KB?
Petugas sedang memperbaiki saluran yang rusak dan penuh lumpur. (wandi)
Kamis, 14/11/2019 — 7:40 WIB
Penuh Lumpur, Saluran Air di Pasar Minggu Dikuras
Kamis, 14/11/2019 — 7:20 WIB
Nunggu Kapan Lagi?