Monday, 18 November 2019

Panitera PN Jaksel Jadi Tersangka, Ketua KPK: Ini Keprihatinan

Selasa, 22 Agustus 2017 — 17:12 WIB
Mobil milik panitera pengganti PN Jakarta Selatan yang disegel  KPK.

Mobil milik panitera pengganti PN Jakarta Selatan yang disegel KPK.

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, prihatin atas kasus yang menimpa Tarmizi, panitera pengganti pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Penegak hukum yang sudah belasan tahun bekerja di PN Jaksel itu tersandung kasus dugaan suap pengamanan perkara.

“Ini untuk kesekian kalinya, saya menyampaikan dalam konferensi pers ini keprihatinan, yang kemudian beberapa kali terjadi,” tutur Agus, saat konferensi pers, Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jaksel, Selasa (22/8/2017).

Tarmizi terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim penyidik KPK di sekitar PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Ragunan, Pasar Minggu, Senin (21/8/2017) siang.

Selain Tarmizi, penyidik juga menangkap empat orang lainnya: pegawai honorer PN Jaksel, TJ (dalam berita sebelumnya disebut TD); dua pengacara PT Aquamarine

Divindo Inspection (PT ADI) yakni Akhmad Zaini dan FJG; serta S, sopir rental yang disewa Zaini.

Setelah melakukan pemeriksaan secara intensif dan gelar perkara, KPK kemudian menetap status tersangka terhadap Tarmizi dan Zaini. Sementara, tiga orang lainnya hanya ditetapkan sebagai saksi.

“Pihak yang ditetapkan sebagai tersangka adalah AKZ selaku kuasa hukum PT ADI dan TMZ selaku panitera pengganti pada PN Jaksel,” ujar Agus.

Adapun dugaan pelanggaran yang dilakukan adalah Tarmizi diduga menerima suap dari Zaini agar PN Jaksel menolak gugatan perdata wanprestasi yang diajukan PT Eastern Jason Fabrication Services Pte Ltd terhadap PT Aquamarine (ADI). Untuk memuluskan rencana itu,

Tarmizi diduga telah menerima uang sebesar Rp425 juta dari Zaini secara bertahap sejak Juni 2017 hingga 21 Agustus 2017.
“Diduga total penerimaan sebesar Rp425 juta,” kata Agus.

(Baca: KPK Tetapkan Panitera Pengganti PN Jaksel dan Pengacara Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap)

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Tarmizi yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara Zaini ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dan disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (julian/yp)