Friday, 15 November 2019

Diduga Curi Kabel Telkom, Oknum TNI Bersama Tiga Warga Disergap Denpom

Minggu, 27 Agustus 2017 — 12:43 WIB
Ilustrasi Borgol

Ilustrasi

SERANG (Pos Kota) – Empat pelaku pencurian kabel tower milik PT Telkom diringkus petugas Detasemen Polisi Militer (Denpom) Serang saat beraksi di Jalan Ayip Usman Lingkungan Cilampang, Kelurahan Unyur, Kota Serang, Minggu (27/8/2017).

Keempat tersangka berikut barang buktinya saat ini masih diamankan di Markas Denpom Serang. Satu diantaranya diduga merupakan oknum TNI berpangkat Kopral Kepala (Kopka).

Keempat tersangka yang masih dalam pemeriksaan Denpom yaitu TR alias Kimun, 29, warga Desa Cangkring, Kecamatan Wadas Lintang, Wonosobo, Sup, 37, warga Desa Manggis, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Pur, 42, warga Desa Senen Wetan, Kabupaten Blitar, serta Kopka Ng, dari KTA yang diamankan merupakan oknum anggota di satu Kodim di Jakarta.

Diperoleh keterangan, keempat tersangka dipergoki Supriyatna, 40, dan Firman Maulana, 36, dua petugas security PT Telkom yang tengah melakukan patroli pengecekan sekitar pukul 02.30 WIB. Saat dipergoki para tersangka tengah memotong kabel tower dengar menggunakan kampak. Potongan kabel curian tersebut satu persatu dipindah ke dalam truk Nopol S 9364 UK.

Karena satu pelaku berpakaian dinas TNI, kedua satpam ini segera melaporkan penemuan itu ke Markas Denpom Serang. Mendapat laporan adanya aksi pencurian yang diduga dilakukan oknum TNI, personil Denpom segera bergerak ke lokasi untuk menangkap para pelaku.

Tersangka berikut barang buktinya diantaranya kendaraan truk S 9364 UK, minibus Xenia F 1465 HW serta potongan kabel curian diamankan ke Markas Denpom. Karena tiga pelaku merupakan warga sipil, pihak Denpom melalukan kordinasi dengan Polsek Serang Kota.

Kapolsek Serang Kota, Kompol Irwanda ketika dikonfirmasi membenarkan adanya aksi pencurian kabel tower milik PT Telkom tersebut. Meski demikian, Irwanda belum dapat memberikan lebih jauh dikarenakan ke empat tersangka masih dalam pemeriksaan petugas Denpom karena diduga melibatkan oknum TNI.

“Betul ada, tapi kami belum dapat memberikan keterangan karena para tersangka masih dalam penangangan Denpom karena diduga melibatkan oknum TNI,” jawab Kapolsek singkat saat dikonfirmasi melalui telepon.

(haryono/sir)