Thursday, 05 December 2019

Jokowi Ingatkan Menteri Jangan Membuat Kebijakan Tanpa Dikaji

Selasa, 29 Agustus 2017 — 23:17 WIB
Presiden Jokowi saat menyampaikan  pidato pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna,  di Istana Merdeka,  Jakarta,  Selasa siang (29/8).

Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa siang (29/8).

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Jokowi mengingatkan menterinya, bahwa tahun depan adalah tahun politik, sehingga sehingga kebijakan apapun dapat secara signifikan memberikan pengaruh.

“Tahun depan kita juga perlu mengingatkan, kita sudah masuk ke tahun politik sehingga kebijakan apapun dapat secara signifikan memberikan pengaruh,” ucap Jokowi.

Itu disampaikan Kepala Negara dalam pidato pengantarnya pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa siang (29/8). Sidang itu juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri.

Presiden juga menyandarkan segala kebijakan dan peraturan semata-mata untuk kesejahteraan masyarakat. “Sekali lagi, kebijakan itu agar semuanya diarahkan kepada keberpihakan kita terhadap rakyat,” tegas Jokowi.

Presiden berharap menteri tidak membuat kebijakan-kebijakan baru yang kira-kira belum dikonsultasikan kepada publik, dan belum melalui kajian dan perhitungan yang mendalam sehingga bisa membuat hal-hal yang tidak diinginkan masyarakat dan membuat masyarakat kecewa.

Presiden juga mengimbau a menterinya, bahwa sekarang ini kita memiliki momentum kepercayaan internasional terhadap negara kita Indonesia. “Ini yang harus kita manfaatkan betul-betul secepat-cepatnya, momentum tidak akan datang dua atau tiga kali. Ini momentumnya sudah ada di tangan,”ujar Jokowi.

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, beberapa waktu lalu Indonesia telah memperoleh predikat sebagai negara layak investasi. Penilaian dan predikat tersebut disematkan oleh sejumlah lembaga pemeringkat internasional seperti Fitch Ratings, Moody’s, dan Standard and Poor’s.

Selain itu, kata dia, United Nations Conference on Trade and Developments (UNCTAD) pada Juni lalu menempatkan Indonesia di peringkat ke-4 sebagai negara tujuan investasi yang prospektif dalam kurun waktu 2017-2019. Dalam daftar tersebut, Indonesia mampu melesat ke posisi 4 setelah sebelumnya hanya berada pada posisi 8.

Presiden juga menyebutkan sejumlah momentum tak hanya hadir dari dunia internasional, situasi di dalam negeri sendiri pun juga memberikan dukungan bagi upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Inflasi yang terus terjaga di bawah 4 persen dalam kurun waktu 2015-2016 lalu misalnya, merupakan salah satu momentum yang juga patut untuk dimanfaatkan.

“Selanjutnya juga turunnya BI 7-Day Reverse Repo Rate menjadi 4,5 persen, ini juga momentum. Momentumnya ini bertumpuk-tumpuk, jangan sampai ada yang tidak mengerti adanya momentum ini,” Jokowi menegaskan. (Johara)