Wednesday, 23 October 2019

Kasus Penyalahgunaan Narkotika, Ridho Rhoma Dituntut 2 Tahun Penjara

Selasa, 29 Agustus 2017 — 18:40 WIB
Ridho Rhoma dituntut hukuman 2 tahun bui oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat. (yendhi)

Ridho Rhoma dituntut hukuman 2 tahun bui oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat. (yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) – Berdasarkan barang bukti dan saksi serta ahli yang dihadirkan dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjatuhkan tuntutan kepada pedangdut Ridho Rhoma pidana selama 2 tahun penjara dikurangi masa tahanan.

Dalam tuntutannya, jaksa menilai Ridho telah terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika untuk diri sendiri dan bersama-sama sebagaimana tertera dalam Pasal 127 ayat 1a UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika juncto pasal 55 ayat 1 KUHP.

Untuk itu, jaksa meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman pidana kepada pelantun Dawai Asmara itu selama 2 tahun pidana penjara.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Muhammad Ridho bin Haji Roma Irama dengan pidana selama 2 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam masa tahanan,” kata jaksa dalam tuntutannya di Ruang Sidang Kusuma Atmadja PN Jakarta Barat, Selasa, (29/8/2017).

Selain itu, jaksa juga menyatakan bahwa Ridho diwajibkan membayar biaya perkara sebesar Rp5 ribu.

Jaksa menilai, hal yang memberatkan Ridho adalah tidak mengikuti program pemerintah yang tengah gencar memberantas peredaran narkotika. Sedangkan hal yang meringankan karena Ridho telah mengakui perbuatannya dan menyesal, serta dianggap telah bersikap sopan selama mengikuti proses persidangan dan masih muda.

Mendengar hasil tuntutan jaksa, Ridho terlihat tenang dan setelah berunding dengan kuasa hukumnya ia akan mengajukan pledoi pada sidang berikutnya pada 5 September 2017.

Ridho Rhoma ditangkap anggota Reserse Polres Jakarta Barat, Jumat, (24/3) malam, dengan barang bukti narkotika jenis shabu 0,7 gram bersama alat hisapnya di salah satu Hotel dikawasan Daan Mogot, Pesing, Jakarta Barat. Hingga saat ini Ridho masih mendekam di sel Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat. Dalam dakwaan JPU menuntut Ridho dengan Primair Pasal 112 juncto Pasal 132 dan subsidair Pasal 127 Undang Undang Narkotika juncto Pasal 55 KUHP. (yendhi/yp)