Saturday, 07 December 2019

Putus Asa, Nggaklah!

Jumat, 8 September 2017 — 6:54 WIB
sabar

PUTUS ASA. Dalam keyakinan agama apa pun, nggak boleh. Malah diingatkan, bahwa ‘putus asa itu dosa!’. Tapi, kayaknya banyak yang nggak mengindahkan peringatan tersebut. Buktinya, banyak orang yang sedikit-sedikit putus asa hanya karena tak mampu menyelesaikan masalahnya.

Misalnya, tak mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, lalu putus asa. Berjalan ke jalan yang lurus. Mereka berbelok, ke arah yang salah. Berbuat kejahatan, merampok, mencuri dan sebagainya. Ada yang mengambil jalan pintas, langsung saja menyelesaikan hidupnya. Bunuh diri! Malah ada yang mengajak keluarganya.

Soal bunuh diri ini banyak yang melakukan hanya kerena hal-hal sepele, yang seharusnya bisa diselesaikan dengan pikiran sehat. Coba saja,hanya gara-gara dapat nilai jelek, atau nggak lulus ujian, gantung diri.

Ada juga yang karena punya penyakit menahun, nggak sembuh-sembuh, putus asa. Lalu bunuh diri. Macem-macem, deh.

Padahal kan sudah diingatkan. Bunuh diri itu selain dosa juga nggak menyelesaikan masalah. Masalah yang mati, boleh selesai, tapi kalau percaya bahwa ada kehidupan lain di akhirat, yang bunuh diri harus bertangung jawab! Belum lagi yang di dunia, keluarganya juga bakalan kecipratan masalah, menanggung malu juga?

Jadi ayolah, nggak ada gunanya putus asa. Kalau sakit, banyak nasihat nih. Cobalah solat selain wajib tambah solat sunah, bersedekah, istigfar, dan berdoa pada Allah SWT. Insya Allah dengan keyakinan yang mantap, akan dicabut penyakitnya.

Jika belum sembuh juga, berserah diri, pasrah pada Yang Maha Kuasa. Jadi pantang putus asa! Apa pun kehendakNya, terimalah dengan lapang dada. -massoes