Monday, 16 December 2019

Hadapi Sidang Putusan, Kuasa Hukum Optimis Ridho Rhoma Direhabilitasi

Selasa, 19 September 2017 — 8:53 WIB
Ridho hadapi sidang putusan hari ini.(Ist)

Ridho hadapi sidang putusan hari ini.(Ist)

JAKARTA (Pos Kota) –Muhammad Ridho atau Ridho Rhoma akan menghadapi sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar), Selasa (19/9/2017).

Sidang yang akan dimulai pada pukul 14.00 WIB dan dipimpin oleh Hakim Ketua Edison yang juga menjabat sebagai wakil ketua PN Jakbar.

Ahmad Cholidin, ketua tim kuasa hukum Ridho Rhoma mengaku tidak ada persiapan khusus baik dari pihaknya maupun pribadi terdakwa untuk menghadapi sidang pamungkas ini.

Mereka yakin majelis hakim akan memutuskan sesuai dengan apa yang mereka harapkan yakni menyatakan agar kliennya diputus untuk di rehabilitasi.

“Hari ini  agendanya putusan. Harapannya diputus direhabilitasi,” kata Ahmad kepada poskotanews.com, Selasa, (19/9/2017).

Dalam putusannya, kuasa hukum berharap agar hakim mempertimbangkan isi pledoi mereka dimana berdasarkan keterangan saksi dan ahli serta barang bukti tidak ada yang menyatakan Ridho sebagai pengedar melainkan hanya pengguna, itu pun hanya sebatas untuk menguruskan badan.

Bahkan baik dari saksi dokter Badan Nasional Narkotika (BNN) atau dokter dari Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur sudah menyatakan Ridho sebaiknya di rehabilitasi.

“Kemaren dalam pleidoi kita sudah jelas kita jelaskan. Harus yakin, karena itu tujuan dari putusan yang kita inginkan (rehabilitasi-Red),” tuturnya menyudahi.

Ridho Rhoma ditangkap anggota Reserse Polres Metro Jakarta Barat, Jumat, (24/3) malam, dengan barang bukti narkotika jenis shabu 0,7 gram bersama alat hisapnya di salah satu Hotel dikawasan Daan Mogot, Pesing, Jakarta Barat.

Dalam sidang sebelumnya, Selasa, (29/8), dengan mempertimbangkan barang bukti, keterangan ahli dan saksi dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut agar putra dari raja dangdut Rhoma Irama itu di pidana penjara selama dua tahun dikurangi masa tahanan. Selain itu Ridho dibebankan membayar biaya perkara sebanyak Rp5 ribu.

Menurut jaksa, Ridho terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika untuk diri sendiri dan bersama-sama sebagaimana tertera dalam Pasal 127 ayat 1a UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP. (Yendhi/tri)