Friday, 06 December 2019

Kuasa Hukum Ridho Rhoma Puas dengan Putusan Majelis Hakim

Selasa, 19 September 2017 — 22:34 WIB
Rhoma Irama memeluk haru putranya Ridho Irama

Rhoma Irama memeluk haru putranya Ridho Irama

JAKARTA (Pos Kota) –  Ahmad Cholidin, ketua tim kuasa hukum Muhammad Ridho alias Ridho Rhoma mengaku puas dengan putusan majelis hakim yang memvonis kliennya untuk menjalani sisa masa tahananannya di panti rehabilitasi.

Ridho di vonis sepuluh bulan pidana namun dikurangi masa tahanan. Dalam sisa masa tahanannya itu majelis memutuskan agar dijalani dalam panti rehabilitasi selama enam bulan sepuluh hari.

“Alhamdulilah sesuai dengan yang kita perjuangkan baik pledoinya, sosiologisnya, psikologisnya, itu memang terpenuhi dan kami bersyukur kepada majelis hakim yang mulia dengan mata hati demi keadilan sehingga dapat memperhatikan bahwasanya Mas Ridho ini korban, bukan sebagai penjahat kriminal,” mata Ahmad di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa, (19/9/2017).

Menurutnya, Pasal 112 yang didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap Ridho tentang kepemilikan narkotika tidak tepat. Pasalnya, jika hanya menggunakan di bawah 1 gram dan habis sekali pakai tidak bisa dikenakan dalam Pasal 112.

“Ini banyak yang keliru akan Jaksa Penutut Umum menerapkan pasal 112. Ditambah juga hanya dalam pasal 127 kerapkali baik JPU atau penyidik, penerapan pasalnya ada Pasal 55. Tadi majelis mempertimbangkan bahwasanya pasal 127 itu tidak perlu ada pasal 55 ini biar menjadi bahan publik agar penerapan-penerapan pasal tentang psikotropika itu agar diperhatikan,” tuturnya.

Putusan majelis hakim untuk melakukan rehabilitasi terhadap Ridho dirasa sudah tetap jika merujuk pada Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Tahun 2011 juncto Perma Tahun 2010 tentang syarat-syarat untuk dilakukan rehabilitasi diantaranya barang bukti kurang dari satu gram dan bukan termasuk jaringan narkotika.

“Alhamdullah majelis hakim mempertimbangkan hal itu, mas Ridho dihukum dengan putusan pidana sepuluh bulan hanya saja sudah dijalani kemudian sisanya itu harus direhabilitasi selama enam bulan sepuluh hari di RSKO,” pungkasnya. (Yendhi/win)