Friday, 15 November 2019

Ratusan Hektar Sawah di Dua Desa Bekasi, Kering dan Gagal Panen

Kamis, 21 September 2017 — 17:05 WIB
Sawah petani kering dan tanahnya retak-retak.(lina)

Sawah petani kering dan tanahnya retak-retak.(lina)

BEKASI (Pos Kota) – Kekeringan melanda dua desa yaitu Buni Bakti dan Samudera Jaya Muara Gembong, Bekasi. Kemarau yang berkepanjangan ini membuat ratusan hektar sawah petani gagal panen.

Nanang (40) satu petani mengungkapkan, didesanya sudah tiga  bulan ini tak turun hujan. “Baru ditanam dua bulan lalu gagal panen. Sudah kering semuanya.”

Untuk mendapatkan air, Nanang mengaku hanya mengandalkan mesin pompa. “Itupun kalau ada airnya. Kalau gak ada ya gak bisa dikompa. Sebagian pada kering pompanya,” lanjutnya.

Sementara air kali yang selama ini diandalkan warga , debitnya sudah sedikit, airnyapun sudah berwarna kehijauan karena surut.

“Air bersih susah disini. Paling untuk mandi sama minum saja air pompa. Itu juga harus diirit betul. Kalau buat sawah sudah tidak bisa,” jelasnya.

Kemarau berkepanjang , lanjutnya, membuat tanah persawahan pecah-pecah alias berkotak-kotak. Otomatis tidak bisa ditanami lagi.

Nanang mengatakan hingga saat ini belum ada bantuan air bersih dari pemerintah. ” Sementara ini tidak bisa bersawah dulu. Karena airnya tidak ada. Paling utama buat mandi minum saja dulu,” pungkas Nanang.(lina/tri)