Monday, 18 November 2019

Lanjutan Praperadilan Setnov, KPK Tambah Bukti & Hadirkan 4 Saksi Ahli

Rabu, 27 September 2017 — 12:24 WIB
Saksi Ahli, Bob Hardian.

Saksi Ahli, Bob Hardian.

JAKARTA (Pos Kota) – Sidang lanjutan gugatan praperadilan kasus kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dengan pemohon Setya Novanto (Setnov) dan termohon Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilanjutkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jalan Ampera Raya, Ragunan, Pasar Minggu, Jaksel, Rabu (27/9/2017).

Sidang kali ini giliran KPK yang diberikan kesempatan untuk mendatangkan saksi ahli guna menguatkan dalil penetapan tersangka Novanto. Kepala Biro Hukum KPK, Setiadi mengatakan ada empat ahli yang akan mereka hadirkan.

“Kami akan hadirkan empat ahli, dan akan kami hadirkan satu persatu dalam sidang praperadilan ini,” kata Setiadi kepada Hakim Tunggal Cepi Iskandar di PN Jaksel.

Salah satu saksi ahli yang sudah hadir adalah Pakar Sistem Komputer dan Teknologi Informasi dari Universitas Indonesia (UI), Bob Hardian. Dia pun siap memberikan pendapatnya.

Namun, pemberian keterangan dari Bob terpaksa mesti ditunda lantaran dinilai ada kekeliruan dalam daftar riwayat hidup Bob yang diperlihatkan kepada hakim. Hakim meminta Bob menunjukkan daftar riwayat hidup berbahasa Indonesia. Sementara Bob hanya punya daftar riwayat hidup dalam bahasa Inggris.

Untuk itu, hakim Cepi meminta Bob merevisi daftar riwayat hidupnya dengan menggunakan bahasa Indonesia. Hal itu sesuai ketentuan Undang-Undang.

Sementara itu, sambil menunggu ahli memperbaiki daftar riwayat hidup, sidang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan bukti-bukti dokumen tambahan yang juga dibawa oleh pihak KPK. Bukti-bukti dokumen ini menambah 193 bukti berupa surat dan dokumen yang sudah ditunjukkan kepada hakim Cepi pada sidang praperadilan, Senin (25/9/2017).

Dalam 193 bukti itu, terdapat akta perjanjian, surat pembayaran, termin-termin pembayaran, dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi-saksi.

Pada sidang hari ini, hadir pula Ketua KPK Agus Rahardjo. Kedatangannya untuk memantau langsung jalannya sidang praperadilan sekaligus memberikan dukungan kepada tim biro hukum yang bertugas.
Sebelumnya, dalam sidang praperadilan kemarin, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang pun memantau langsung jalannya sidang praperadilan ini. “Biar rohnya pimpinan ada di rohnya teman-teman yang lagi berjuang di sini,” ujar Saut menjelaskan maksud kedatangannya, di PN Jaksel, Selasa (26/9/2017).

Setya Novanto mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan tersangka oleh KPK pada kasus korupsi pengadaan KTP elektronik atau e-KTP. Dia ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 17 Juli 2017 lalu.

Ketua DPR RI itu sewaktu menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR diduga ikut mengatur agar anggaran proyek e-KTP senilai Rp5,9 triliun disetujui oleh anggota DPR.
Selain itu, Ketua Umum Partai Golkar itu diduga mengondisikan pemenang lelang dalam proyek e-KTP. Bersama pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, dia diduga ikut menyebabkan kerugian negara Rp2,3 triliun.
(julian/sir)

Terbaru

olah raga
Senin, 18/11/2019 — 8:22 WIB
Olah raga, Jasmani Rohani
Salah satu kondisi lapak los yang sempat dijadikan tempat bermain judi di Pasar Kemiri Muka, Depok. (anton)
Senin, 18/11/2019 — 8:08 WIB
Lapak di Pasar Kemiri Muka Jadi Tempat Berjudi
Dua sekolah di Jakarta Utara menjadi  pemenang LSS Nasional 2019. (deny)
Senin, 18/11/2019 — 8:08 WIB
2 Sekolah Jakarta Utara Juara Lomba Sekolah Sehat
Senin, 18/11/2019 — 7:58 WIB
Semoga Air Bersih Melimpah