Wednesday, 20 November 2019

Soal Kinerja Rakyat Puas Jokowi-JK, Soal Memilih Belum Tentu

Minggu, 8 Oktober 2017 — 18:27 WIB
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kala.

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kala.

JAKARTA (Pos Kota) -Masyarakat Indonesia puas atas kinerja pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla puas dengan dukungan 55,7 persen. Tapi untuk memilih Joko Widodo sebagai presiden hanya 44,9 persen yang memilih dan 48,9 persen memilih yang lain serta sisanya tidak menjawab.

Hal itu merupakan hasil survey Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKopi), pimpinan Hendri Satrio. “Ada 43,3 persen responden menjawab tidak puas dan sisanya tidak menjawab,” kata pendiri lembaga surveu Kedai Kopi, Hendri Satrio, Minggu (8/10).

Mengenai elektabilitas Jokowi, responden yang memilih Jokowi sebanyak 44,9 persen. Sementara yang memilih opsi jawaban selain Jokowi ada 48,9 persen, dan sisanya tidak menjawab. Hendri menjelaskan survei dilakukan di 8 Kota (Medan, Padang, Palembang, Jakarta (kecuali Kep. Seribu), Bandung, Semarang, Surabaya dan Makassar). Pengambilan data dilakukan wawancara tatap muka, melibatkan 800 responden, 8 hingga 27 September 2017 dan margin of error kurang lebih 3,5%.

Dalam survei ini disebutkan, beberapa hal yang membuat kepuasan masyarakat adalah pembangunan infrastruktur (32,7persen) dan bantuan kesehatan serta pendidikan (16,3 persen). “Dua alasan itu mendapat dukungan teratas terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Pembangunan infrastruktur mendapat dukungan 24,9 persen dan pelaksanaan KIP, KIS dan KKS 15 persen,” kata, Hendri Satrio lagi.

Sedangkan hal yang membuat tidak puas, lanjut Hendri, adalah harga kebutuhan pokok yang mahal (22,7 persen) dan janji yang belum ditepati (8,5 persen). Dalam pertanyaan terbuka, responden menjawab masalah yang mereka hadapi saat ini adalah ekonomi (kebutuhan pokok, bbm dan listrik mahal) sebanyak 55,4 persen, masalah kebutuhan lapangan pekerjaan 14,1 persen, korupsi 3,9 persen, narkoba 3,3 persen, berita hoax tentang SARA 2,5 persen. Responden yang menjawab tidak tahu ada 7,6 persen, sisa responden lainnya menyebutkan hal lain selain yang disebutkan di atas.(us)