Tuesday, 22 October 2019

Agar Tak Terlihat Arogan Senjata Polri Akan Dievaluasi

Kamis, 12 Oktober 2017 — 19:33 WIB
Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian rapat kerja dengan Komisi III DPR.(timyadi/dok)

Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian rapat kerja dengan Komisi III DPR.(timyadi/dok)

JAKARTA (Pos Kota) –Kalangan Komisi III DPR mengkritik Polri yang terkesan berlebihan dalam membantu KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Seringkali Polri terlihat berlebihan dengan senjata lengkap.

Menjawab pertanyaan anggota DPR tersebut, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan bahwa penggunaan senjata seharusnya proporsional dengan kondisi lapangan. Bahkan bukan tidak mungkin tanpa perlu membawa senjata.

“Kita akan analisis dan evaluasi, apakah itu berlebihan atau tidak. Kami akan lakukan pembenahan sehingga penampilan Polri tidak terkesan arogan,” kata Kapolri dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Kamis (12/10).

Lebih lanjut Tito mengungkapkan, dalam OTT, langsung berkoordinasi dengan pimpinan kepolisian setempat. “Oleh karena ada kapolda dan kapolri yang tidak tahu saat dilakukan OTT, mungkin juga dipengaruhi faktor kerahasian,” kata Tito.

Ke depan, menurut Tito, diperlukan mekanisme jelas terkait OTT. “Nanti akan dibicarakan dengan KPK dan Kejaksaan Agung. Diskusi perlu agar koordinasi di tingkat bawah bisa berjalan dengan baik ketika dilakukan OTT.(us)

Terbaru

Satpol PP Kecamatan Tambora Pacu Patroli Bersepeda
Inbox
	x
Rachmi Siregar
	
Attachments7:39 PM (3 hours ago)
	
	
to harianposkota, me
TAMBORA (Pos Kota) - Jajaran Satpol Pamong Praja (PP) Kecamatan Tambora, Jakarta Barat sejak dua bulan terakhir menggenjot patroli wilayah dengan bersepeda.

"Sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Jakarta Barat, kami mentradisikan bike for work (sepeda untuk bekerja)," kata Kasatpol PP Kecamatan Tambora, Ivand Sigiro saat pantauan wilayah bersama tim, Selasa (22/10/2019).

Selain mengoptimalkan monitoring wilayah lanjut Ivand, dengan bersepeda bertujuan memperbaiki kualitas udara di Jakarta. Termasuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang sebagian besar disebabkan dari maraknya penggunaan kendaraan pribadi.

Menurut Ivand, patroli bersepeda dilaksanakan rutin setiap hari kecuali Sabtu. Di mulai dari pukul 08.00-11.00 WIB. Sedangkan, patroli sore mulai pukul 14.00-16.00 WIB. Sementara anggota satpol PP yang berpatroli berjumlah 4-6 personil. 

Patroli bersepeda difokuskan pada sterilisasi pedestrian atau trotoar jalan yang dipakai untuk berdagang. "Target kami adalah sterilisasi trotoar dari pedagang kaki lima, parkir liar, dan penempatan barang dagangan pemilik toko dan ruko," terangnya.

Saat tengah patroli bersepeda di ruas Jalan Tubagus Angke dan Jalan Prof. Latumenten, petugas gabungan satpol PP dan Satpel Sudin Perhubungan Kecamatan Tambora menderek satu mobil yang diparkir di bahu jalan. Serta mencabut pentil satu mobil lainnya, menghalau tujuh pedagang kaki-5 dan memberi sosialisasi kepada pedagang agar tidak berjualan di trotoar. (Rachmi)

Teks foto:
Kasatpol PP Kecamatan Tambora, Ivand Sigiro bersama jajaran berpatroli ke wilayah dengan bersepeda. (Rachmi)
Rabu, 23/10/2019 — 2:25 WIB
Satpol PP Tambora Pacu Patroli Bersepeda
Juru bicara KPK, Febri Diansyah.  (julian)
Selasa, 22/10/2019 — 22:31 WIB
KPK akan Hadapi Gugatan Praperadilan Imam Nahrowi
Arminsyah,  Wakil Jaksa Agung yang ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung.
Selasa, 22/10/2019 — 21:01 WIB
Jokowi Tunjuk Arminsyah Jadi Plt Jaksa Agung