Monday, 14 October 2019

Puluhan Lapak PKL di Trotoar Jalan Berdikari Koja Dibongkar Satpol PP

Rabu, 18 Oktober 2017 — 16:56 WIB
Petugas sedang melakukan pembongkaran lapak PKL. (Wandi)

Petugas sedang melakukan pembongkaran lapak PKL. (Wandi)

JAKARTA  (Pos Kota) – Berdiri diatas trotoal, puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di trotoar di Jalan Berdikari, Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara diobrak abrik petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Penertiban ini dilakukan selain untuk menegakkan Perda No. 8 Tahun 2007 tentang ketertiban umum, juga ingin mensterilkan trotoar dan memberikan kenyaman warga.

Camat Koja, Yusuf Madjid mengatakan, dalam penertiban tersebut sebanyak 20 lapak pedagang kaki lima dan usaha lain yang ada di Jalan Berdikari dibongkar.

Ini dilakukan karena masih ada pedagang yang nekat berjualan di trotoar sehingga selain membuat kumuh wilayah juga sering menimbulkan kemacetan.

“Penertiban ini kami lakukan karena banyaknya keluhan dari warga masyarakat terkait banyaknya pedagang yang menggelar dagangannya diatas trotoar. Seluruh barang dagangan yang terjaring dalam razia itu langsung dibawa ke gudang Satpol PP di Walang,” kata Yusuf Madjid, Rabu (18/10/2017).

Kedepan pasca penertiban,  pihaknya  akan menugaskan anggota baik Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk membersihkannya. Selain itu juga akan minta Satpol PP untuk rutin memantau lokasi.

Diakui oleh Camat, memang saat ini pihaknya rutin melakukan pemantauan wilayah terutama trotoar yang dijadikan untuk usaha. Ini dilakukan tujuannya  untuk memberikan rasa nyaman kepada pejalan kaki.

Diharapkan dengan cara ini  kedepan pejalan kaki akan merasa aman dan nyaman saat melintas.

“Kami juga mohon kerjasamanya kepada para pedagang untuk tidak berjualan di trotoar. Jika tetap membandel kami tidak  segan-segan untuk menertibkannya,”jelasnya.

Selain itu dirinya juga minta aparat terutama Satpol PP baik kecamatan maupun kelurahan untuk memantau wilayah. Jika ada pedagang yang berjualan diatas trotoar supaya dihimbau untuk segera dihimbau untuk pindah. (Wandi/tri)