Sunday, 15 December 2019

Anies Diminta Ngopi Bareng Pimpinan Dewan Untuk Bahas Paripurna

Jumat, 20 Oktober 2017 — 16:00 WIB
Ketua Gontas, Sugiyanto.(joko)

Ketua Gontas, Sugiyanto.(joko)

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta menjalin komunikasi dengan pimpinan dewan, terutama Ketua DPRD Prasetio Edy Marsudi.

“Kalau perlu ajak ngopi bareng sambil membahas soal konflik terkait penyelenggaraan sidang paripurna istimewa yang hingga kini masih terkatung-katung,” ujar Ketua Gerakan Oposisi Untuk Anies-Sandi (GONTAS) Sugiyanto  di Jakarta, Jumat (20/10).

“Mumpung masih baru, gak ada salahnya Pak Anies  mengajak Ketua DPRD dan pimpinan dewan lainnya  ngopi-ngopi untuk mencairkan  suasana tegang yang saat ini terjadi di antara pimpinan Dewan,” ujar  Sugiyanto.

Ia menilai belum diselenggarakannya sidang paripurna istimewa untuk memaparkan  visi misi Anies-Sandi setelah dilantik menjadi Gubernur dan Wagub DKI periode 2017-2022  hanya masalah miskomunikasi saja di antara anggota dan pimpinan

“Kalau Pak Anies turun tangan untuk menjalin komunikasi  dengan pimpinan DPRD yang  insya Allah masalah akan selesai dan sidang paripurna istimewa dapat diselenggarakan sebelum habis deadline,” ujar pria yang kerap dipanggil SGY.

Berdasarkan Surat Edaran Ditjen OTDA Kemendagri, paripurna istimewa untuk kepala daerah batas akhir  pada 30 Oktober atau 14 hari setelah Anies-Sandi dilantik 16 Oktober lalu.

Menurutnya, hal ini juga diatur dalam Tata Tertib (Tatib) DPRD pasal 79, di mana ayat 2a-nya menyatakan; “Rapat paripurna atau rapat paripurna istimewa dapat dilaksanakan atas usul gubernur”. Sementara ayat 2b dan 2c menyatakan, sidang paripurna atau paripurna istimewa dapat dilaksanakan atas usul pimpinan alat kelengkapan DPRD dan atas usul anggota paling sedikit 1/5 atau lebih dari satu fraksi. (Joko/tri)