Thursday, 05 December 2019

Survei PolMark PDIP Tinggalkan Partai-Partai Lain

Minggu, 22 Oktober 2017 — 17:28 WIB
PDIP Kampanye

JAKARTA (Pos Kota) -Lembaga survei PolMark Indonesia mengeluarkan hasil penelitiannya terkait tingkat elektabilitas partai politik menjelang Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019. Dari hasil survey yang dilakukan PDI Perjuangan unggul dibandingkan partai-partai lain.

Bahkan selisihnya sangat jauh dengan Golkar yang berada di urutan dua. Partai pimpinan Megawati itu mendapat dukungan 25,1 persen dari responden. Partai Golkar yang ada di urutan kedua hanya mendapatkan 9,2 persen. Sedangkan urutan ketiga Partai Gerindra mendapatkan dukungan 7,1 persen.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) nyodok ke urutan ke-4 dengan perolehan 6,3 persen. Ini berarti menggusur Partai Demokrat pada Pemilu 2014 lalu. Partai Demokrat turun satu tingkat berada di urutan ke kelima dengan 5,3 persen diiukuti PAN 3,6 persen.

CEO PolMark Eef Saefullah Fatah tidak bersedia membuka siapa yang membiayai pelaksanaan survei. Tapi dia memastikan bukan dibiayai Jokowi atau Prabowo. “Pihak yang memberi biaya tidak bersedia dipublikasikan. Dia hanya mempersilakan hasil survei kami dipublikasikan,” kata Eep Saefulloh di kawasan SCBD, Jakarta, Minggu (22/10).

Berikutnya, perolehan di bawah parliamentary threshold 3,5 persen (tak lolos parlemen) yakni NasDem 2,8 persen, PKS dan PPP sama-sama dapat 2,4 persen. Perindo 1,7 persen, Hanura 0,3 persen, PBB 0,2 persen. PKPI, PSI dan Partai Idaman 0 persen.

Sementara yang menjawab golput 1,3 persen. Rahasia 8,5 persen dan tidak tahu tidak menjawab sebanyak 23,8 persen. Survei dilakukan pada 9 – 20 September. Populasi survei WNI seluruh Indonesia yang memiliki hak pilih. Jumlah responden 2250 orang dengan metode multistage random sampling. Margin of error 2,1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam surveinya, Polmark juga menanyakan kesukaan dan popularitas repondennya dengan partai politik. Hasilnya sejajar dengan tingkat eletabilitas. Kesukaan terhadap PDIP sebanyak 63,2 persen, Golkar 58,6 persen, Demokrat 51,2 persen, Gerindra 46,9 persen.(us)