Thursday, 21 November 2019

Polisi Akan Dampingi Korban Cabul Oknum Guru Bimbel

Rabu, 25 Oktober 2017 — 13:36 WIB
Kapolres Jakarta Timur, Kombes Andry Wibowo.

Kapolres Jakarta Timur, Kombes Andry Wibowo.

JAKARTA (Pos Kota) – Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo mengaku akan memberikan pendampingan terhadap korban pencabulan oknum guru bimbingan belajar (bimbel) nya.

Pendampingan, dikatakan Andry, dirasa perlu mengingat korban masih di bawah umur agar tidak terjadi trauma dikemudian hari. Pendamping sendiri selain dari dokter ahli psikologi juga akan didampingi oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta orangtua korban.

“Ya pasti kita lihat perkembangannya. Paling tidak ibu yang mendampingi, kalau memang perlu struktur organisasi formal, atau LSM untuk mendampingi putrinya kita berikan akses,” tutur Andry saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Rabu, (25/10/2017).

Pelaku yang diketahui guru privat korban bernama Edi (54) sudah bekerja sebagai pendamping belajar anak sejak dua tahun silam, namun aksi bejadnya itu dilakukan satu tahun belakangan yang diduga terhadap beberapa anak didiknya.

(Baca: Terungkap, Oknum Guru Bimbel Cabuli Muridnya Lebih Dari Satu Kali)

 

Usai mendapat laporan, Edi langsung dibekuk di kediamannya di Kayumanis Matraman, Jakarta Timur, Minggu, (22/10) tanpa perlawanan. Pelaku sempat membantah melakukan pencabulan terhadap korban namun ia tidak mengelak saat diperlihatkan video rekaman saat ia mencabuli korban.

Meski korban telah diperiksa tapi Andry enggan membeberkan hasil pemeriksaan mengingat korban masih dibawah umur untuk menjaga privasi dan masa depan korban. Namun, ia sampaikan aksi bejad pelaku telah dilakukan lebih dari satu kali.

“Tetapi nanti khusus kepada perkembangannya, berapa kali, di mana saja, korbannya siapa saja, nanti hasil penyidikan akan menentukan. Informasi awal lebih dari satu kali,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang murid bimbel menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan gurunya. Parahnya, aksi pencabulan telah berlangsung sejak setahun lalu dan baru ketahuan karena kepergok dan direkam oleh guru lain.

(yendhi/sir)