Friday, 06 December 2019

Tipu Daya Narkoba

Sabtu, 4 November 2017 — 6:54 WIB
penjara

DENGAN segala tipu daya, pantang menyerah. Gigih, apapun resikonya, tak takut kalau pun nyawa jadi taruhannya. Itulah para pegiat narkoba dengan segala cara, menyebar barang haram tersebut. Meracuni jutaan generasi bangsa.

Maka kegiatan penyebar narkoba, yang bernama penyelundup, pengedar, bandar dan pembuat narkoba bergeraklah dengan cara mereka yang nekad dan tak masuk akal.

Inilah kegiatan pengedaran nakoba yang dilakukan bandar. Menggunakan kaki tangan, diantaranya wanita-wanita cantik. Mereka mendapat berbagai tugas, tentu saja dengan jerat-jerat kewanitaannya. Bahwa dengan menyelundupkan narkoba yang boleh diangap tidak masuk akal, seperti di dalam celana dalam, ditaruh di alat-alat tubuh yang terlarang. Bahkan ada yang menelan dengan resiko kematian!

Para napi menyetir peredaran narkoba dari balik terali besi. Ini kan nggak masuk akal, ya? Orang lagi dihukum kok, leluasa mengelola bisnis narkoba?

Tapi buktinya itu terjadi di beberapa penjara di tanah air, napi vonis mati bisa melakukan perederan nakoba dari dalam. Ya, apa lagi kalau bukan ada kerja sama dengan orang dalam, diantaranya para sipir ikutan makan uang dari bandar, dan bisa jadi pimpinannya juga terlibat.

Dengan berbagai cara dan taktik, narkoba seperti tak bisa dibendung. Hampir setiap waktu orang-orang penting, bahkan pejabat ditangkap karena mengkonsumsi narkoba. Deretan artis satu demi satu ikut digiring ke sel!

Siasat para pengabdi narkoba, sampai masuk ke sendi-sendi kehidupan yang paling dalam. Anak-anak balita pun diracuni dengan nakoba. Ada para bandar yang sengaja membuat gaduh di satu tempat, bikin tawuran, agar mereka dengan leluasa tanpa dicurigai mengedarkan barang haramnya.

Waduh, bagaimana ini? Jadi nggak salah lah jika para petugas sudah harus tegas. Tegas artinya, petugas tahulah! –massoes