Friday, 15 November 2019

Polri Tak Butuh TGPF di Kasus Novel

Selasa, 7 November 2017 — 20:23 WIB
Kombes Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya. (yendhi)

Kombes Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya. (yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, saat ini pihaknya belum butuh Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

“Pembentukan TGPF belum perlu. Karena kami ada progres, setiap hari, tiap minggu kami anev (analisa dan evaluasi). Ada progres disitu,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa, (7/11/2017).

TGPF, kata Argo, belum diperlukan karena penyidik hingga saat ini masih bekerja di lapangan untuk mencari keterangan dan bukti baru. Selain itu, banyak kasus yang belum terungkap hingga saat ini meskipun telah dibentuk TGPF. Salah satunya adalah TGPF yang dibentuk untuk mengungkap kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir.

“Contoh ada bebera TGPF-TGPF dibentuk, seperti TGPF Trisakti, sampai sekarang kita belum dapatkan pelaku penembakan. Kemudian ada kasus Munir, sampai sekarang yang berjalan dari penyidik Kepolisian. Kemudian ada cicak vs buaya, itu sama,” kata dia.

Polisi masih optimis mampu mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel, hanya saja diperlukan waktu yang tidak sebentar dengan minimnya alat bukti dan saksi yang melihat kejadian. “Itu masalah waktu saja,” tandas Argo.

Selasa, (11/4/2017) novel disiram air keras orang tak dikenal saat hendak pulang dari Sholat subuh di mushola dekat rumahnya. Akibatnya, sebagian wajah Novel melepuh dan harus menjalani pengobatan di Singapura beberapa bilan. (Yendhi/us)