Friday, 18 October 2019

Jokowi: Kerukunan & Keberagaman Indonesia Jadi Perhatian Negara Lain

Kamis, 16 November 2017 — 15:13 WIB
Pengurus Pusat dan Daerah Al-Irsyad Al-Islamiyyah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat,(ist)

Pengurus Pusat dan Daerah Al-Irsyad Al-Islamiyyah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat,(ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Jokowi menyampaikan bahwa kerukunan di tengah keberagaman suku bangsa di Indonesia menjadi perhatian negara-negara lain. Sebab itu, sangat penting menjaga keberagaman dalam bingkai persatuan.

Demikian disampaikan Jokowi saat menerima Pengurus Pusat dan Daerah Al-Irsyad Al-Islamiyyah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/11/2017).

Menurut presiden, Indonesia dengan belasan ribu pulau dan ratusan sukunya berulang kali diberitahukan Presiden kepada pemimpin-pemimpin negara yang datang ke Indonesia. Salah satunya ialah kepada Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani.

“Jumlah suku yang 714 itu bukan jumlah yang sedikit. Beliau (Ashraf Ghani) berpesan, hati-hati mengelola keberagaman agama, suku, serta keberagaman adat dan budaya di negaramu. Itu tidak mudah,” ujar Kepala Negara menceritakan.

Kepala Negara mencontohkan di Afghanistan terjadi pertikaian yang disebabkan oleh perpecahan antarsuku dan hingga kini belum selesai. “Saat itu saya memberanikan diri untuk mengundang kelompok-kelompok di Afghanistan untuk datang ke Indonesia agar melihat ukhuwah islamiyah dan wathoniyah di Indonesia. Insya Allah pada tanggal 20 akhir bulan ini akan datang ke Indonesia,” ucapnya.

Jokowi menuturkan, banyak negara yang mencoba mencari tahu bagaimana negara kita mampu menjaga keberagaman yang ada itu menjadi satu dalam bingkai persatuan.

Dalam kesempatan itu, Jokowi didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, berpesan agar seluruh pihak untuk dapat menjaga kerukunan di tengah-tengah masyarakat.
“Jangan sampai kita dilihat dan dicontoh (negara lain), tapi di dalam negeri masih gaduh,” lanjutnya

Menurut presiden, sudah menjadi tugasnya untuk tetap menjaga Pancasila sebagai ideologi bagi bangsa dan negara Indonesia. Para pendiri bangsa ini juga sudah sepakat untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi bangsa.

(johara/sir)

Terbaru

Ilustrasi
Jumat, 18/10/2019 — 7:44 WIB
Kenaikan UMP 8 Persen Pukul Dunia Usaha
Foto instragram
Jumat, 18/10/2019 — 7:32 WIB
Jadi Anggota DPR, Krisdayanti Tetap Menyanyi
Awas Rabies-1
Jumat, 18/10/2019 — 6:46 WIB
Awas Rabies di Sekitar Kita