Monday, 14 October 2019

Mabes Polri Tangkap Pelaku Ujaran Kebencian di Bandung

Rabu, 22 November 2017 — 11:40 WIB
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Polisi Dr Fadil Imran.(dok)

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Polisi Dr Fadil Imran.(dok)

JAKARTA (Pos Kota) – Satgas Patroli Siber Bareskrim Mabes Polri kembali menangkap pelaku ujaran kebencian dan SARA (Hate Speech). Pria yang bernama Haz, 38 tahun, warga Cicadas Kota Bandung, Jawa Barat tersebut ditangkap di kediamannya, Selasa (21/11/2017) malam sekitar pukul 22.00 WIB, karena berbagai konten yang diunggahnya sehingga meresahkan kalangan warganet.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Polisi Dr Fadil Imran, menyebutkan pelaku menggunakan akun Facebook atas nama FAJRUL ANAM dengan profile picture wajah Iriana Jokowi untuk menyebarkan ujaran kebencian, SARA, penghinaan terhadap Presiden, Ibu Iriana Jokowi, tokoh-tokoh masyarakat dan hoax yang memprovokasi.

Dari tangan pelaku satgas siber berhasil menyita barang bukti antara lain : satu unit HP, dua Simcard, pasport serta KTP atas nama pelaku.

Dalam device yang disita petugas, tersimpan sejumlah ujaran kebencian dalam berbagai bentuk. Tersangka mengakui dengan sengaja membuat 4 akun FB, yang semuanya menggunakan wajah ibu Iriana Jokowi untuk menyamarkan identitasnya dan mendistribusikan berbagai konten terlarang ke beberapa grup yang dimilikinya. Penyidik masih terus mendalami motif tersangka melakukan kejahatan tersebut.

Tersangka terancam dengan hukuman 6 tahun penjara karena konten-konten postingan yang menurut ahli, postingan tersebut merupakan larangan dalam UU ITE, Pasal 45 ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik dan atau Pasal 16 Jo Pasal 4 (b)1 UU No 40 Tahun 2006 tentang Penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, saat ini masih melakukan pemeriksaan mendalam terkait keterlibatan tersangka dalam jaringan hate speech lainnya termasuk pengembangan terhadap pelaku lainnya.

Dengan pengungkapan ini, Fadil Imran, masyarakat diimbau untuk lebih cerdas, bijak dan bermartabat dalam menggunakan media sosial, agar keutuhan bangsa dapat terus terjaga.
(adji/sir)