Saturday, 14 December 2019

Ayah Bunda Bersekongkol Agar Cinta Haramnya Gol

Minggu, 26 November 2017 — 4:58 WIB
sesal

MEREKA bukan suami istri, tapi pasangan mesum Leny, 40 dengan Rustam, 45, dipanggil “Ayah Bunda” oleh publik. Soalnya mereka begitu kompak, mencari akal bagaimana bisa membunuh Ashari, 55, suami Leny. Akhirnya Ashari memang dibunuh dengan racun babi, tapi “Ayah Bunda” ditangkap polisi.

Karena motif ekonomi, banyak wanita mau menikah dengan lelaki jauuuh lebih tua darinya, bahkan tua bangka. Di awal-awal perkawinan memang masih nampak bahagia. Tapi berpuluh-puuh tahun kemudian, ketika suami sudah tidak lagi rosa-rosa kayak mbah Marijan, banyak yang kemudian mengalami erosi cinta. Penyelewengan cinta pun jadi alternatif, sehingga akibatnya rumahtangga pun berantakan.

Salah satunya Leny, warga Batanghari, Jambi. Dua puluh tahun lalu dia menikah dengan Ashari bukan pertambangan cinta, tapi harta. Kala itu Ashari tergolong perjaka tua, dalam usia 35 tahun. Meski tua tapi dua termasuk lelaki bonafid. Sudah punya rumah, kendaraaan, dan sejumlah tanah di berbagai tempat. Dia memang pengusaha muda, meski sebetulnya sudah tua untuk ukuran mencari istri.

Selama ini Ashari memang betah jadi Sekjen. Jangan salah, bukan Sekjen semacam Idrus Marham (Golkar) atau Hasto Kristianto (PDIP), malainkan dalam arti: ngeseks ijen (sendirian). Keluarganya yang kasihan melihat Ashari jomblo, kemudian menjodohkan dengan Leny, gadis desa yang cantik, dan sederhana. Nilai tambah lainnya, Leny ini sangat santun dan seiman pula.

Awalnya Leny tidak mau, karena terlalu tua, selisih usianya sampai 15 tahun. Tapi keluarga dan kubu Ashari meyakinkan bahwa makin tua kan semakin antik. Padahal sekarang barang antik diburu sampai ke mana-mana, lama-lama harganya bisa miliaran. “Percayalah, kamu jadi istri Ashari akan serba kecukupan, istilah kata tinggal mamah karo mlumah….” kata timses dari kubu kubu Ashari.

Karena pertimbangan ekonomi, Leny mau juha pada akhirnya dipersunting Ashari. Dan memang betul, adik-adiknya bisa nempil kamukten (numpang hidup) bersama Ashari. Sekolahnya dibiayai, yang belum kerja dimasukkan dalam perusahaan milik Ashari. Derajat keluarga Leny pun ikut terdongkrak.

Waktu terus berlalu, dari hari berganti bulan dan tahun. Dalam usia 40 tahun kini, suaminya tentu saja telah berusia 55 tahun. Celakanya, tambah usia justru susut pendapatan. Usaha Ashari ikut kolaps gara-gara pertumbuhan ekonomi nasional hanya 5 %. Banyak asetnya yang terjual, pokoknya pelaku usaha makin sulit. Namun demikian Ashari tak mau cerita ke Fadli Zon, soalnya nanti dijadikan peluru untuk nembaki pemerintahan Jokowi-JK.

Ashari menjadi stress, meski belum sampai vertigo dan nabrak tiang listrik, takutnya jidat membengkak segede bakpao. Paling celaka, dia kini tak bisa lagi memenuhi hasrat istri yang semakin menyala-nyala dalam usia kepala 4. Leny pun kini sering uring-uringan, karena suami sudah tidak lagi rosa-rosa macam Mbah Marijan.

Diam-diam Leny mencari kepuasan di luar, dan ketemulah dengan Rustam, 40, yang orangnya memang kurus dan hitam. Tapi dia sangat mahir memuaskan wanita di atas ranjang. Untuk melanggengkan kisah asmara itu, Leny minta cerai ke suami, tapi ditolak. Padahal Leny kadung demen setengah mati dengan sikurus hitam tapi keras itu.

Keduanya pun bersepakat melenyapkan Ashari. Lewat racun babi yang ditaburkan ke dalam makanan suami, bekas pengusaha sukses itu sekses pula menuju ke alam baka. Awalnya dianggap sakit biasa, tapi kejelian polisi menyebabkan skandal Leny – Rustam itu terbongkar. Keduanya ditangkap dan menjalani pemeriksaan bersama di Polres Batanghari. Karena kompaknya mereka berdua, publik pun menjuluki: ayah bunda.

Ayah bunda jadi urusan Polres Batanghari, gara-gara urusan “batangan”. (JPNN/Gunarso TS)