Thursday, 05 December 2019

Parkir Elektronik yang Digagas Ahok Kini Tidak Diterapkan

Selasa, 5 Desember 2017 — 17:39 WIB
Parkir elektronik

Parkir elektronik

JAKARTA (Pos Pota) – Mesin parkir meter di Jalan H. Agus Salim (Jalan Sabang), Jakarta Pusat, sejak Minggu (3/12/2017). Belasan parkir meter yang terpasang sejak 2014 itu kini tidak dapat dioperasikan.

Pakir elektronik itu adalah proyek Basuki Tjahja Purna atau Ahok. Namun sekarang banyak yang terbengkalai karena tidak lagi dijalankan setelah Ahok tidak terpilih jadi gubernur dan masuk penjara.

Seorang petugas parkir di Jalan Sabang, Basuwi mengatakan sistem pembayaran parkir kembali kepada sistem manual yakni menggunakan karcis parkir.

“Ini sudah sejak tanggal tiga mati bukan rusak, tapi sengaja dimatikan. Katanya kontraknya habis. Jadi sekarang balik lagi pake ini (karcis),” ujar Basuwi, Selasa (5/2/2017).

Di lokasi, beberapa petugas dari Dinas Perhubungan mensosialisasikan kembali pengunaan karcis kepada petugas parkir. Petugas Dishub terlihat membagikan beberapa bundel karcis yang akan digunakan sebagai tanda pembayaran parkir. Dalam karcis tertulis, parkir untuk sepeda motor sebesar Rp2.000 dan untuk mobil Rp5.000.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko menjelaskan penonaktifan mesin parkir meter di Jalan Sabang dilakukan karena kontrak dengan operator yakni PT Mata Biru telah berakhir sejak 4 November lalu.

Sigit mengatakan semua parkir meter yang bekerjasama dengan PT Mata Biru yakni di Jalan Sabang, Jalan Falatehan Kebayoran Baru Jakarta Selatan dan Jalan Boulevard Raya Kelapa Gading Jakarta Utara. Dinas Perhubungan melakukan evaluasi dan tidak memperpanjang kerjasama dengan PT Mata Biru. Hal itu dilakukan, kata Sigit, terkait dengan hasil audit dari kerjasama tersebut.

“Kita tidak bisa langsung perpanjang. Kita mengevaluasi menejemn PT Mata Biru , jadi kita lihat sisi menajemennya, termasuk juga hak dan kewajiban. Kemarin ada pertanyaan baik dari internal auditor maupun terkait dengan besaran bagi hasil pendapatan, terkait peningkatan pengelolaan, makanya kita ingin mendapatkan hal yang lebih baik lagi,” katanya saat dihubungi.

Sigit menargetkan pada awal tahun 2018, mesin parkir meter kembali dapat digunakan. Sigit memastikan operator yang nantinya akan menggantikan PT Mata Biru akan lebih transparan dengan pelayanan yang lebih baik..

“Sekarang akan proses feeding, sehingga nanti kita punya hasil yang lebih baik dari sisi sharingnya juga yang lebih utama dari sisi pelayanan kepada jasa parkirnya, baik itu bicara trabsparansinya, baik itu dari sisi biaya, maupin pendapatan dari pengguna jasa parkir. Ini kan transisi hanya ditargetkan di awal Januari sudah ada lebih lanjut,” ujarnya.

Sigit memastikan, 201 mesin parkir meter yang ditolak langsung oleh Dinas Perhubungan tetap dapat beroperasi. Mesin parkir itu tersebar di antaranya di Jalan Juanda dan Jalan Hayam Wuruk. (ikbal/b)