Thursday, 21 November 2019

Sidang Lanjutan Praperadilan Hadirkan Saksi Ahli Setnov

Senin, 11 Desember 2017 — 11:30 WIB
Kusno Hakim tunggal yang memimpin jalannya sidang praperadilan Setya Novanto.(julian)

Kusno Hakim tunggal yang memimpin jalannya sidang praperadilan Setya Novanto.(julian)

JAKARTA (Pos Kota) – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) kembali melanjutkan Sidang praperadilan Setya Novanto (Setnov) melawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jilid II, Senin (11/12/2017). Agendanya mendengarkan keterangan saksi atau ahli dari pihak Setnov selaku pemohon.

“Hari ini kita melanjutkan dengan pemeriksaan saksi oleh pemohon,” kata Kusno, hakim tunggal yang memimpin jalannya sidang, di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Ragunan, Pasar Minggu, saat membuka sidang.

Pada kesempatan ini, tim kuasa hukum Setnov menghadirkan tiga ahli. Yaitu ahli pidana dan hukum acara Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Prof Dr Muzakir, ahli hukum pidana Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Dr Nur Basuki Mirnano, dan ahli tata negara, Dr Margarito Kamis.

“Tiga orang saksi kami hadirkan, semuanya ahli yang Mulia,” timpal Ketut Mulya Arsana, penasehat hukum Setnov.

Dalam sidang sebelumnya, Jumat (8/12/2017), hakim Kusno menyarankan kepada tim penasehat hukum Setnov untuk mempertimbangkan menghentikan proses persidangan. Dia menilai tak ada gunanya sidang dilanjutkan lantaran Rabu (13/12/2017) lusa persidangan pokok kasus korupsi KTP-el yang menjerat Setnov akan digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta.

“Yang perlu dipertimbangkan adalah mengenai sudah adanya pelimpahan perkara dan telah ditetapkannya sidang tanggal 13 Desember. Apa yang saya sampaikan bukan perintah tapi saran,” kata hakim Kusno, di PN Jaksel, Jumat (8/12/2017).

Ia lalu menambahkan, jadwal sidang praperadilan akan gugur secara otomatis lantaran sidang perkara pokoknya sudah akan dimulai tepat sehari sebelum hakim memutus sidang praperadilan yang dijadwalkan pada Kamis (14/12/2017).
“Apa kira-kira ada manfaatnya perkara (praperadilan) ini dilanjutkan sampai tanggal 14 Desember 2017,” imbuhnya.

Namun tim penasehat hukum Novanto bersikeras tidak akan mencabut permohonan yang diajukan kliennya. Penasehat hukum Novanto, Ketut Mulya Arsana mengemukakan, sidang praperadilan seharusnya bisa dipercepat dengan agenda pembacaan kesimpulan dan putusan disampaikan Rabu mendatang. Sehingga selesai beriringan dengan dibacakannya dakwaan terhadap Novanto di Pengadilan Tipikor.

“Kami tetap memohon yang mulia untuk diberikan keadilan terkait hak asasi klien kami, dengan harapan tanggal 13 (Desember) sudah bisa putusan,” ujar Ketut.
(julian/sir)

Terbaru

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna usai mengikuti rapat membahas kesiapan Kampus UIII Cimanggis dengan Wakil Presiden RI Mar'uf Amin. (anton)
Kamis, 21/11/2019 — 11:23 WIB
Antisipasi Macet di Sekitar Proyek Kampus UIII Cimanggis
Pemkot Depok Usulkan Pelebaran Jalan Raya Bogor-Juanda