Monday, 14 October 2019

Di Rakernas PDIP Jokowi Jelaskan Pembangunan Infrastruktur

Sabtu, 16 Desember 2017 — 17:36 WIB
Presiden Jokowi dalam acara pembukaan Rakornas PDIP didampingi  Ketua Umum DPP PDIP Megawati, Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan Presiden BJ Habibie,  di
Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang,  Sabtu (16 /12).(ist)

Presiden Jokowi dalam acara pembukaan Rakornas PDIP didampingi Ketua Umum DPP PDIP Megawati, Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan Presiden BJ Habibie, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Sabtu (16 /12).(ist)

TANGERANG (Pos Kota) – Di depan pengurus PDIP seluruh Indonesia, Presiden Jokowi menjelaskan tentang pembangunan infrastruktur yang dilakukannya.

“Pemerintah telah berusaha keras membangun infrastruktur mulai dari perbatasan, pelabuhan, jalan, hingga jalur kereta api yang diyakini dapat memberi nilai lebih pada produk rakyat di kampung-kampung dan UMKM,” kata Jokowi.

Itu disampaikan Jokowi dalam sambutannya saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tiga Pilar PDIP Sabtu (16/12) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.

Menurut Kepala Negara, dirinya juga meyakini bahwa infrastruktur bukan hanya masalah ekonomi, tetapi infrastruktur juga dapat mempersatukan dan menjaga persatuan bangsa Indonesia.

“Karena pemerataan di bidang infrastruktur ini kalau betul-betul bisa kita kerjakan akan bisa memberikan rasa keadilan, rasa persatuan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucap Jokowi.

Presiden juga mengajak kader PDI-Perjuangan untuk terus menumbuhkan semangat berdikari, gotong royong, dan kerja sama guna mewujudkan Indonesia yang berdaya saing tinggi serta bisa memenangkan persaingan global.

“Tugas berat itu membutuhkan kerja sama, kerja bareng antar kita. Dengan semangat gotong royong, wajib kita perkuat. Cita-cita membangun keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Jokowi.

Hadir di acara itu, Ketua Umum DPP PDIP Megawati, Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan Presiden BJ Habibie, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan lainnya.

Sedangkan Megawati dalam sambutannya, mengatakan bahwa demokrasi ekonomi Pancasila harus berwujud dalam suatu keputusan perencanaan pembangunan, tujuannya adalah untuk mewujudkan Indonesia Raya yang berdiri diatas kaki sendiri.

“Pembangunan berdikari merupakan perencanaan pembangunan menyeluruh ‘overall planning’ di segala bidang politik, ekonomi, sosial, kebudayaan dan mental,” ucap Presiden Republik Indonesia ke-5 tersebut. (Johara)