Friday, 22 November 2019

Ini Isi Petisi Aksi Bela Palestina ke Kedubes Amerika

Minggu, 17 Desember 2017 — 14:37 WIB
Petisi Aksi Bela Palestina dibacakan Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas.(ikbal)

Petisi Aksi Bela Palestina dibacakan Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas.(ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Aksi Bela Palestina yang diprakarsai Majelis Ulama Indonesia (MUI) Indonesia di Monumen Nasional (Monas), Minggu (17/12/2017) menghasilkan sebuah petisi. Petisi tersebut akan dikirimkan ke Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia,  di Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (18/12/2017) besok.

Petisi yang dibacakan Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas itu menuntut Amerika Serikat mencabut pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut Yerusalem sebagai ibukota Israel. Hal itu dipandang dapat merusak upaya perdamaian yang sedang dilakukan.

“Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang secara sepihak atau ilegal mengakui Yerusalem ibukota Israel telah mencederai rasa keadilan dunia internasional melanggar HAM Palestina dan merusak upaya perdamaian antara Israel dan Palestina yang selama ini terus dilakukan PBB dan OKI. Oleh karena itu, keputusan itu harus dibatalkan dan dicabut,” kata Anwar.

Kedua, Anwar memtampaikan jika Presiden AS tidak segera membatalkan pengakuannya atas Yerusalem sebagai ibukota Israel maka AS akan kehilangan legitimasi untuk menjadi penengah perdamaian antara Palestina dan Israel. Petisi juga mendesak kepada semua negara agar menolak keputusan sepihak dan ilegal Presiden AS Donald Trump untuk menjadikan Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Anwar melanjutkan, Aksi Bela Palestina juga mendesak kepada semua negara yang selama ini telah melakukan hubungan diplomatik terhadap Israel terutama negara-negara yang tergabung dengan OKI agar memutus hubungan diplomatik.

“Kelima, mendukung hasil deklarasi konferensi Islam di Istambul, Turki tanggal 13 Desember 2017 yang menegaskan bahwa perlu didorong terus upaya pencapaian hak-hak warga Palestina secara permanen. Termasuk hak menentukan nasib sendiri dan perwujudan negara palestina merdeka dengan Yerusalem sebagai ibukotanya,” tandasnya.

(Baca: GNPF Siap Kirim Mujahid ke Palestina)

 

Anwar mengatakan jika Presiden Donald Trump tidak mencabut keputusannya maka petisi mendesak PBB segera menggelar sidang istimewa memberikan sanksi tegas kepada Amerika dengan opsi pembekuan AS sebagai anggota PBB. Atau pemindahan markas PBB dari AS ke negara lain.

“Kedua mendesak DPR membentuk pansus untuk meninjau kembali semua bentuk investasi atau bisnis perusahaan AS yang ada di sini. Serta mengimbau masyarakat Indonesia melakukan boikot. Mengimbau masyarakat seluruh Indonesia memboikot seluruh produk AS,” tegasnya.

Anwar juga menyerukan kepada negara OKI dan masyarakat dunia agar meningkatkan bantuan kemanusiaan dalam bentuk pembangunan sarana dan prasana kesehatan, pendidikan dan tempat tinggal dan tempat-tempat ibadah.
(ikbal/sir)