Monday, 14 October 2019

Serangan Bom Mobil di Suriah Tewaskan 23 Orang dan Puluhan Lain Terluka

Senin, 8 Januari 2018 — 9:38 WIB
reuters

reuters

SURIAH – Ledakan di kota Idlib di Suriah baratlaut tewaskan 23 orang dan melukai puluhan lainnya, termasuk warga sipil, demikian  laporan sebuah monitor perang, Minggu (7/1/2018). 

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa ledakan tersebut menjadi sasaran markas besar kelompok pemberontak kecil di Idlib. Sifat serangannya tidak jelas atau masih simpang siur.

Berita setempat seperti dilansir Reuters mengatakan  bahwa ada akun yang saling bertentangan, yang menghubungkan ledakan sehingga mengguncang distrik Thalatheen di kota itu menjadi bom mobil atau serangan pesawat tak berawak.

Ambulans dikerahkan ke lokasi ledakan dan tim penyelamat terus berupaya mengevakuasi mayat dan warga yang menderita luka-luka akibat reruntuhan bangunan yang ditargetkan dan rumah-rumah sekitarnya.

Mayoritas korban tewas adalah pejuang dari kelompok pemberontak, di samping tujuh warga sipil, dengan beberapa orang masih belum diketahui.

Provinsi Idlib adalah benteng pemberontak di Suriah dan terletak di perbatasan dengan Turki, salah satu pendukung utama pemberontakan melawan Presiden Bashar al-Assad.

Tentara Suriah dan sekutu-sekutunya melancarkan serangan pada bulan Oktober untuk merebut kembali provinsi-provinsi Idlib dan Hama, dan sejak itu membuat kemajuan pesat.

Pasukan pemberontak utama di Idlib adalah Tahrir al-Sham, yang dipelopori oleh mantan afiliasi al-Qaeda di Suriah yang sebelumnya bernama Nusra Front. Tentara Suriah kehilangan Idlib kepada gerilyawan ketika ibukota provinsi tersebut turun pada tahun 2015. Ini menjadi satu-satunya provinsi yang sepenuhnya berada di bawah kendali oposisi.(Tri)