Monday, 18 November 2019

KPPU Bentuk Tim Selidiki Kejanggalan Impor Beras

Kamis, 18 Januari 2018 — 13:00 WIB
dokumentasi

dokumentasi

JAKARTA (Pos Kota) – Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengatakan segera membentuk tim penyelidik terkait banyaknya kejanggalan wacana impor beras di tengah panen raya beras nasional oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita.

“Kejanggalan yang tengah kami selidiki mulai penunjukan pelaku impor, yang semula diberikan kepada PT Perusahaan Perdagangan Indonesia tapi dikembalikan lagi ke Bulog; keterkaitan penetapan harga eceran tertinggi (HET); hingga ketidaksinkronan data instansi terkait,” ujar Saidah Sakwan, komisioner KPPU, di Jakarta, Kamis (18/1/2018).

Hasil penyelidikan KPPU, katanya, bisa diteruskan masuk ranah hukum untuk menegakkan etika bersaing dalam usaha sekaligus memberikan jaminan keadilan masyarakat yang mendapatkan produk-produk bermutu sesuai harga pasar yang ditawarkan.

MOTIF POLITIK

Di tempat terpisah, Komisi VI DPR menemukan indikasi impor beras khusus dadakan itu bermotif politik di tengah para petani melakukan panen raya di sejumlah daerah serta surplus makanan pokok itu hingga melebihi masa panen Februari-Maret 2018.

“Desakan impor beras mendadak dari Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita itu lebih bernuansa politis ketimbang memenuhi kecukupan kebutuhan pangan beras petani,” ujar Rieke Dyah Pitaloka, anggota Komisi VI DPR, di Jakarta.

Indikasinya, ia menjelaskan, Presiden Joko Widodo belum menandatangani persetujuan impor beras dimaksud lantaran kesimpangsiuran data terkait pangan termasuk konsumsi beras. “Jelasnya, politisasi perberasan ini kami curigai sebagai bentuk atau cara merusak citra Presiden Jokowi.”

(rinaldi/sir)

Terbaru

Senin, 18/11/2019 — 7:58 WIB
Semoga Air Bersih Melimpah
Senin, 18/11/2019 — 7:20 WIB
Jangan Tipu Diri