Tuesday, 19 November 2019

Pecah, Posisi Hanura Terancam di Pemilu 2019

Minggu, 21 Januari 2018 — 20:56 WIB
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly (ikbal)

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly (ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) -Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly minta dua kubu Partai Hanura duduk bersama untuk menyelesaikan masalah mereka. Karena saat ini memasuki tahap verifikasi partai, sehingga apabila ada masalah tidak selesai akan membawa efek bagi partai yang bersangkutan.

“Sekarang ini tahap verifikasi Parpol (partai politik). Jadi, saya minta dua kubu untuk duduk bersama, ” kata Menkumham Yasonna H. Laoly usai acara Festival Keimigrasian, di Monas, Jakarta, Minggu (21/1).

Yasonna menjelaskan usulannya agar dua kubu duduk bersama karena pengurus lama (Osman Sapta Odang Dkk) sudah ada surat keputusannya. Sedangkan kubu Hanura pimpinan Syafruddin Suding saat ini ingin mendaftarkan pengurus baru ke Kementerian Humum dan HAM.

“Oleh karena itu, saya minta, Ketua Dewan Pembina Wiranto berkomunikasi, dua-duanya bisa diundang untuk duduk bersama, membicarakan dan menyelesaikan masalahnya apa,” harapnya.

Yasonna mengingatkan, komunikasi dalam upaya menyelesaikan masalah sangat penting guna kepastian Hanura bisa berpartisipasi pada Pemilu 2019.

“Pak Oso tidak bisa menandatangani surat tanpa Sekjen. Begitu juga sebaliknya. Mereka harus segera mnyelesaikannya,” harapnya. (ahi/us)