Tuesday, 22 October 2019

Jualan di Trotoar Dipungut Bayaran

Senin, 29 Januari 2018 — 23:44 WIB
trotoar

JAKARTA – Longgarnya Pemprov DKI Jakarta dalam menertibkan pedagang Kaki-5 di trotoar dimanfaatkan oknum petugas untuk meraup keuntungan. Setiap pedagang yang akan berjualan di sarana pejalan kaki itu harus membayar Rp100 ribu/lapak/minggu.

Praktik ini antara lain terjadi di kawasan Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur. “Berjualan di sini, pasti aman lah. Kami, kan setoran ke petugas,” ungkap Casmadi, 41, pedagang buah di lokasi tersebut, Senin (29/1), seraya mengaku dirinya tidak keberatan dengan pungutan tersebut.

Dengan membayarkan upeti ke oknum petugas, selain bisa aman berjualan, pedagang juga akan memperoleh informasi bila ada razia.

Casmadi mengaku, saat akan membuka lapak, dirinya didatangi oknum petugas. “Bilangnya mau aman, main mingguan saja. Seminggu harus setor Rp100 ribu. Kami siap siap saja, yang penting aman,” ucapnya.

Bukan hanya informasi, namun bila membayar uang mingguan, oknum petugas tersebut berjanji akan membantu bila pedagang terjaring razia. “Kami senang, karena bisa nyaman berjualan,” tuturnya.

LURAH KAGET

Terkait hal itu, Lurah Rambutan, Dwi Widiastuti mengaku kaget adanya kabar trotoar disewakan. Tetapi, ia tidak menampik bila razia yang digelar kerap bocor. “Saya terima kasih dengan informasi ini. Kami akan telusuri kasus ini,” tegasnya.

Meski begitu, Dwi yakni bila ada oknum yang bermain itu bukanlah dari kelurahan yang dipimpinnya. “Mungkin ada oknum yang mengaku-ngaku dari kelurahan kami,” katanya.

Selama ini, kata Dwi, pihaknya tak henti-hentinya meneggelar penertiban terhadap pelanggar ketertiban umum. Mulai pukul 09.00 smapai dengan sore, petugas dikerahkan untuk menjaga trotoar dari pedagang. (ifand/ruh/st)