Sunday, 08 December 2019

Petani Terancam Gagal Panen, Harga Beras di Sukabumi Mencekik

Jumat, 9 Februari 2018 — 18:02 WIB
Pedagang beras. (mo2)

Pedagang beras. (mo2)

SUKABUMI – Harga beras di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat masih mencekik. Kondisi ini lantaran pasokan gabah dari petani masih minim. Padahal, di sejumlah titik di kabupaten terluas kedua di Pulau Jawa ini memasuki musim panen.

Dasep (41), pedagang beras di kios Pasar Panggeleseran, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar mengatakan, harga beras kualitas premium jenis Ciherang dikisaran Rp 10 ribu per liternya. Sebelum naik, harga beras jenis ini per liternya hanya Rp8.500.

“Pasokan dari petani minim. Maka harganya merangkak naik sekitar 5 persen dari harga sebelumnya. Memang saat ini panen raya padi tapi mungkin belum masuk ke tengkulak,” cetusnya, Jumat (9/2/2018).

Merangkaknya harga beras ini juga dipengaruhi serangan hama blast. Akibatnya, petani terancam gagal panen karena padi tak berisi.

Kepala Dinas Pertanian, Dedah Herlina menuturkan cuaca saat ini telah menimbulkan hama dan menjadi kendala bagi para petani sehingga produktivitas hasil panennya berkurang.

Bahkan, penurunan produktivitas panen padinya menurun sampai 30 persen. “Kami mengimbau agar petani dapat memilih varietas padi yang unggul,” jelasnya.

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengaku miris dengan harga beras yang kini masih melambung tinggi. Padahal, beras di Sukabumi saat ini tengah memasuki proses pada musim panen.

“Sebetulnya stok beras itu, banyak. Tetapi, ada kemungkinan permainan pasar sehingga harga beras di pasaran masih tinggi,” ujarnya.

Marwan menilai selama gudang beras dikuasai oleh pihak swasta, harga beras dipasaran akan sulit ditekan. Maka itu, dia berencana akan membangun tiga gudang beras dengan tujuan dapat menjadi sebuah solusi untuk menurunkan harga beras di pasaran.

“Saat ini, baru ada satu gudang beras yang ada di Kecamatan Jampangkulon. Kami berencana bangun tiga gudang lagi agar dapat menyerap gabah langsung dari petani,” tukasnya. (sule/b)