Sunday, 17 November 2019

Menaker Akui Keterbatasan sarpras Kendala Pekerja

Sabtu, 10 Februari 2018 — 7:10 WIB
Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dakhiri.  (ist)

Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dakhiri. (ist)

JAKARTA – Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Hanif Dhakiri, mengakui keterbatasan sarana prasarana [Sarpras] pelatihan yang disiapkan pemerintah menyulitkan tugas dan tanggung jawabnya dalam menyelenggarakan pendidikan & pelatihan kerja kepada calon pekerja migran Indonesia (PMI).

“Mandat yang diberikan oleh UU nomor 18 tahun 2017 kepada pemerintah berupa tugas dan tanggung jawab menyelenggarakan Diklat kerja kepada pekerja migran. Tetapi pemerintah memiliki keterbatasan sarana prasaran pelatihan,” ujar kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu di Jakarta.

Untuk itu, Menaker Hanif mengajak negara-negara asing untuk mewujudkan proses migrasi yang aman sebagai aktualisasi hak setiap warga negara atas pekerjaan yang layak. “Kita butuh Dato’ Sri Tahir, dan lainnya untuk ikut andil dalam pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi kepada calon PMI, ” ujarnya.

Menaker Hanif Dhakiri dan Chairman Tahir Foundation, Dato’ Sri Prof. DR. Tahir, menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Kantor Kemnaker, Jakarta , kemarin. Kesepakatan itu berisi bantuan Tahir Foundation bagi pelatihan berbasis kompetensi kepada 5000 calon PMI berikut peralatan di Balai Latihan Kerja (BLK) Pemerintah.
(rinaldi/sir)

Terbaru

Benny K Harman. (rizal)
Minggu, 17/11/2019 — 23:58 WIB
Demokrat Tolak Amandemen UUD 1945