Monday, 09 December 2019

Rumah DP O Rupiah Sudah 3000 Orang yang Berminat

Rabu, 14 Februari 2018 — 21:25 WIB
Rumah DP 0 persen. di Jalan Haji Naman, Pondok Kelapa, Jakarta Timur (cw6)

Rumah DP 0 persen. di Jalan Haji Naman, Pondok Kelapa, Jakarta Timur (cw6)

JAKARTA – Muhammad Arif Rifai (40) mendatangi kantor pemasaran rumah DP 0 rupiah di Jalan Haji Naman, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Rabu (14/2/2018).

Tujannya guna mengetahui informasi bagaiamana cara mengikuti program janji kampanye Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada Pilkada tahun lalu itu.

Arif mengatakan, pihak marketing dari PD Pembangunan Sarana Jaya hanya baru mendata seberapa banyak masyarakat yang ingin menghuni rumah DP 0 rupiah tersebut.

“Tadi baru datang aja, baru tanya-tanya ternyata cuman baru absen doang,” ucapnya kepada poskotanews.com di lokasi.

Berdasarkan informasi yang diberikan oleh marketing kepada Arif, awal April 2018 nanti barulah dimulai pendaftaran rumah DP 0 rupiah.

Ia pun disuruh kembali untuk membawa berkas persyaratan untuk menghuni rumah DP 0 rupiah.
Persyaratan tersebut ialah harus memiliki KTP DKI Jakarta, kartu keluarga, surat nikah, surat keterangan dari kelurahan jika warga tersebut belum memiliki rumah.

Adapun persyaratan lainnya seperti maksimal gaji Rp 7 juta dan minimal gaji Upah Minimum Provinsi (UMP DKI). “Itu juga belum tentu diterima. Nanti diseleksi lagi siapa yang bisa tinggal di situ,” ucap Arif.
Menurut pria yang bekerja di jasa pengantaran barang itu, sudah ada 3.000 orang lebih yang mengisi daftar tamu untuk mengetahui perihal rumah DP 0 persen tersebut. Ia pun merasa terbantu dengan adanya program itu.

“Ya kalau kaya gitu mungkin ke depannya kebantu, cuma kan ke depannya lagi prosesnya kaya gimana kita kan belum ngerti juga,” tandasnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan lahan seluas 1,3 hektare di Jalan Haji Naman, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Tepatnya samping Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa.

Lahan kosong itu milik BUMD DKI dan PD Pembangunan Sarana Jaya. Usai Anies melakukan groundbreaking pada 18 Januari 2018 lalu, pembangunan rumah DP 0 rupiah itu mulai digarap.

Rumah DP 0 rupiah itu memiliki dua tipe, yakni tipe 36 dan 21. Tipe 36 dibanderol dengan harga Rp320 juta dengan cicilan Rp2,1 juta setiap bulan. Sedangkan tipe 21 dibanderol dengan harga Rp185 juta dengan cicilan Rp1,2 juta setiap bulan.

Pemprov DKI Jakarta dalam APBD Menganggarkan Rp799 miliar untuk proram rumah DP 0 rupiah dan pembangunan rumah susun. (CW6/b)