Sunday, 15 December 2019

Sidang Perdana di PN Depok, Tiga Terdakwa Bos First Travel Diteriaki Jemaah

Senin, 19 Februari 2018 — 10:56 WIB
Sejumlah calon jemaah umroh yang menjadi korban penipuan first travel saat menunggu sidang ke tiga tersakwa di PN Depok.  (anton)

Sejumlah calon jemaah umroh yang menjadi korban penipuan first travel saat menunggu sidang ke tiga tersakwa di PN Depok. (anton)

DEPOK – Tiga terdakwa kasus dugaan penipuan ribuan jemaah umroh First Travel pada hari ini, Senin (19/2/2018) mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat. Puluhan calon nasabah sejak pukul 09:00 sudah tiba di sekitar pengadilan.

Tepat pukul 10:00 wib, kegiatan mulai disidangkan mendapatkan teriakan suara saat masuk ruang sidang utama Garuda di PN Depok.

“Kami memang tengah menunggu kedatangan mereka bertiga dan menanggih janji untuk diberangkatkan umroh atau mengembalikan uang yang telah disetor, ” kata Ny. Intan, warga Sukmajaya, Depok di gedung PN Depok.

Kedatangan ke tiga terdakwa bos First Travel yaitu Andika Surahman, Anniesa D S dan Kiki S sekitar Pk. 09:40 setelah dijemput dan didampingi anggota Kejaksaan Negeri (Kajari) Depok dipimpin Kasie Intel Kosasih menuju ruang tahanan sementara di PN Depok.

Tolong kembalikan uang kami. Huuuu.. huuu.. huuuu tuturnya karena uang yang dikumpulkan kebanyakan dari pedagang kecil yang niatnya mau ibadah. “Jangan seenaknya pakai uang orang kecil untuk jalan jalan ke luar negeri dan foya2 diatas penderitaan orang kecil, ” ujarnya yang mengaku selama ini buka usaha gorengan pinggir jalan.

Tidak hanya protes tapi sejumkal korban yang juga nasabah first travel membawa sejumlah poster dan spanduk ukuran kecil ‘Tembak Mati Aja, Foya foya pakai duit umroh jemaah….`

Sidang dipimpin Hakim Ketua Soebandi yang juga Ketua PN Depok didampingi hakim anggota Teguh Afrianto dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Heri Jerman.
(anton/sir)