Monday, 14 October 2019

10 Tersangka Ujaran Kebencian Ditangkap Mabes Polri

Selasa, 20 Februari 2018 — 14:52 WIB
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Polisi Dr Fadil Imran.(dok)

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Polisi Dr Fadil Imran.(dok)

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengamankan 10 orang yang kerap menyebarkan informasi ujaran kebencian atau SARA lewat media sosial (medsos). Mereka ditangkap diberbagai wilayah di Jawa Barat dan hingga kini masih dilakukan pemeriksaan intensif.

“Mereka sengaja memposting isu terkini banyaknya penyerangan terhadap ulama, kemudian kebangkitan partai komunis indonesia (PKI) padahal itu tidak ada. Ada 10 yang sudah kami amankan dan kami masih terus telusuri postingan tersebut dilakukan pribadi atau suruhan pihak lain,” kata Dirtipid Cyber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran, Selasa (20/2/2018).

Salah satu tersangka yang diamankan adalah BK alias IK alias IT alias TK di Jalan Komplek Diklat Depsos, Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin (19/2). Di akun twitter miliknya, BK kerap memposting kalimat ujaran kebencian terhadap beberapa tokoh masyarakat.

Seperti menghina Mbah Yai Maimun Zubair (Mbah Maimun) Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang dan menjabat sebagai Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan hingga. Kemudian kebencian kepada Presiden Joko Widodo, Menkopolhukam Wiranto  hingga TNI- Polri.

Dari tersangka polisi menyita Handphone kemudian akun twitter atas nama T.KISWOTOMO(IBHAS), dengan URL https://twitter.com/ibhaskiss. Kemudian 2 akun facebook atas nama IBHAS KISWOTOMO dengan URL https://www.facebook.com/ibhas.kiswotomo.9; serta nama IBHAS TARUNO KISWOTOMO dengan URL https://www.facebook.com/ibhas.taruno.

Selain itu juga disita, Surat Keterangan Kependudukan Nomor atas nama BK, memory card Micro SD merk V-Gen kapasitas 2GB, dan simcard. “Kami harapkan kepada Netizen agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial,” tukas Fadil.

Kepada tersangka BK dilakukan penahanan dan dijerat Pasal pasal 45 A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2), UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No.11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau pasal 16 Jo pasal 4 huruf b angka 1 UU No. 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau pasal 156 KUHP dan/atau pasal 207 KUHP dan/atau Pasal 316 KUHP.
(ilham/sir)