Monday, 21 October 2019

18 Tersangka Penyebar Hoax dan Ujaran Kebencian Diciduk

Rabu, 21 Februari 2018 — 18:46 WIB
Keterangan pers soal penangkapan penyebar hoax dan ujaran kebencian (toga)

Keterangan pers soal penangkapan penyebar hoax dan ujaran kebencian (toga)

JAKARTA – Sebanyak 18 tersangka kasus penyeberan berita bohong alias hoax, SARA dan penyebaran ujaran kebenciaan melalui media sosial terciduk selama 2018 ini.

Direktorat tindak pidana Siber Bareskrim Polri mengungkapkan 10 dari 18 tersangka tindak kejahatan siber tertangkap pada Februari ini.

Isu-isu seperti penculikan ulama dan ujaran kebencian terhadap tokoh agama, penguasa, ataupun pejabat negara mendominasi tindak kejahatan siber tersebut.

“Ada isu seolah-olah terjadi penculikan ulama, guru ngaji dan muadzin. Beberapa dari tersangka ini pelaku yang menyebarkan konten atau isu ini,” ujar Kombes Pol Irwan Anwar, Kasubid 1 tindak pidana siber bareskrim polri Rabu (21/2/2018) di Direktorat Tindak Pidana Bareskrim Polri, Jalan Taman Jatibaru, Jakarta Pusat.

Ke-10 tersangka tersebut berasal dari 7 Jawa Barat dan 3 Jakarta. Sedangkan salah seorang yang baru ditangkap di Lampung masih dalam perjalanan. “Ditangkap di Lampung tadi subuh. Masih diperjalanan,” kata Irwan.

Atas perbuatannya, 10 tersangka ini terancam 3 tahun penjara akibat dugaan penyebaran Hoax, ujaran kebencian serta pencemaran nama baik. (cw2/b)