Wednesday, 13 November 2019

Tidak Ada Penerjemah Sidang WN Norwegia Ditunda

Kamis, 22 Februari 2018 — 18:12 WIB
*Ilustrasi

*Ilustrasi

JAKARTA – Sidang lanjutan kasus dugaan pemalsuan tanda tangan dan pengambilalihan aset yang menimpa Warga Negara Asing (WNA) Norwegia, Morten Innhaug, kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (22/2).

Sidang kali ini mengagendakan pembacaan dakwaan terhadap Morten. Namun jalannya persidangan hanya berlangsung beberapa menit setelah majelis hakim memutuskan menunda jalannya sidang karena tidak adanya penerjemah.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rezki Dinarti mengatakan persidangan tidak bisa dilanjutkan karena tidak ada penerjemah. Majelis beralasan bahwa terdakwa tidak menguasai bahasa Indonesia dengan baik sehingga dibutuhkan tenaga penerjemah.

“Agenda hari ini pembacaan dakwaan tapi karena terdakwa tidak menguasai bahasa Indonesia dengan baik, majelis hakim memutuskan untuk menunda persidangan karena harus ada penerjemah,” ucapnya.

Ia menambahkan tenaga penerjemah tersebut nantinya harus yang paham hukum dan berada dibawah sumpah. Sehingga mampu menerjemahkan dengan baik dakwaan yang dibacakan kepada terdakwa dan kuasa hukum.

Selanjutnya sidang pembacaan dakwaan terhadap Morten Innhaug akan digelar minggu depan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara tepatnya pada Rabu (28/2) mendatang.

WNA Norwegia, Morten Innhaug, menjadi tersangka kasus dugaan pemalsuan tanda tangan dan pengambilalihan aset setelah dilaporkan oleh mantan istrinya sendiri, Yanti Sudarno. (Yahya/b)