Monday, 21 October 2019

Ahok Ajukan Materi Memori PK Baru, JPU Tak Perlu Tanggapi

Senin, 26 Februari 2018 — 12:13 WIB
Suasana sidang PK Ahok di PN Jakarta Utara. (toga)

Suasana sidang PK Ahok di PN Jakarta Utara. (toga)

JAKARTA – Kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengajukan tambahan memori Peninjauan Kembali (PK) dalam sidang permohonan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (26/2/2018). Materi tambahan yang diserahkan merupakan kutipan dalam memori banding yang dicabut.

“Ada tambahan satu alinea yang mengutip memori banding pemohon. Memori yang dulu dicabut,” ujar Mulyadi, Ketua Majelis Hakim PN Jakarta Utara.

Mulyadi menyatakan penambahan dalam memori PK tersebut dianggap dibacakan dalam sidang. Dalam sidang jaksa penuntut umum (JPU) juga menyampaikan tanggapannya dalam persidangan.

JPU menyatakan tidak mengajukan perubahan tanggapan meski kuasa hukum Ahok menambahkan memori PK. JPU menganggap penambahan materi itu bukan bukti baru sehingga tidak perlu merubah tanggapan.

“Setelah kami mempelajari tambahan hanya selipan, bukan bukti baru. Sehingga kami tidak perlu melakukan tanggapan baru,” ujar Lila Agustina, salah satu JPU.

Mulyadi menambahkan dengan tidak adanya perubahan tanggapan dari JPU maka sidang pemeriksaan dianggap selesai. Majelis hakim. tidak lagi menggelar sidang di PN Jakarta.

“Dengan tidak adanya tanggapan maka pemeriksaan ini selesai. Dengan demikian sudah kami nyatakan selesai,” tandas Mulyadi.
pk-26a

Kuasa hukum Ahok, Fifi Lety Indra. (toga)

Mulyadi menyebut akan mengirimkan berita acara kepada Mahkamah Agung (MA) kepada pekan depan. Mulyadi menegaskan pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk memutuskan menolak atau mengabulkan permohonan PK. Mulyadi menyebut MA yang mempunyai kewenangan tersebut.

“Minggu depan hari Senin tinggal majelis memberi berita acara pendapat. Dan akan segera dikirim ke MA. Sehingga tidak perlu mengadakan sidang kembali,” ujarnya.

Sidang permohonan PK Ahok di PN Jakarta Utara berlangsung sekitar 10 menit. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Mulyadi dan anggota hakim Salam Alfaris dan Tugianto.

(ikbal/sir)