Monday, 09 December 2019

Tiga Bos First Travel Diteriaki Maling dan Disumpahi Masuk Neraka di PN Depok

Senin, 26 Februari 2018 — 12:13 WIB
Tiga terdakwa bos frist travel saat dalam sidang epsepsi di ruang Garuda,  Pengadilan Negeri (PN)  Depok.  (anton)

Tiga terdakwa bos frist travel saat dalam sidang epsepsi di ruang Garuda, Pengadilan Negeri (PN) Depok. (anton)

DEPOK – Huu… Huu…  Huuuuu… Maliiinggg… Masuk neraka loe.. sadar dan istigfar.  kembalikan uang kami..  Kalau mau mati bunuh diri aja loe..

Teriakan dan umpatan tersebut mewarnai kedatangan tiga terdakwa bos First Travel di ruang utama Garuda,  gedung Pengadilan Negeri (PN) Depok.

Ke tiga bos First Travel Andika S,  Anniesa DS dan Kiki S tampak  menggunakan hem berwarna putih saat duduk dikursi pesakitan. Sebelumnya mereka tiba di Pengadilan dengan memakai rompi tahanan berwarna  merah.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Soebandi, SH tersebut hanya berjalan sekitar 20 menit, karena terdakwa tidak melakukan  epsepsi, namun telah mengirim surat permohonan ke Kajari Depok dan Ketua PN Depok kaitan penjualan aset yang disita pihak Kejaksaan yang hasilnya untuk memberangkatkan calon jamaah umroh yang mencapai ribuan orang.

“Kami mendapatkan amanah atau kepercayaan dari tiga terdakwa untuk membacakan surat permohonan yang dibuat tanggal 26 Januari 2018 untuk penjualan aset seperti 11 unit mobil. mewah, tiga unit rumah,  tanah dan empat unit Ruko atas nama Anniesa dan Andika, ” kata Wawan Ardianto,  kuasa hukum ke tiga terdakwa kepada majelis hakim dan JPU Hery German.

Namun,  Ketua Majelis Hakim Soebandi,  mengatakan pihaknya hanya mendapatkan tembusan saja bukan surat permintaan.  Sedangkan,  Hery German,  ketua tim JPU,  mengaku belum mendapatkan surat permohonan tersebut.

Untuk masalah penjualan aset,  kata Hery German,  tentunya tidak semudah itu karena ada yang diangunkan dan dikuasai orang lain jadi perlu waktu.  Karena perlu waktu tentunya sidang tetap harus dilaksanakan untuk pemeriksaan saksi.

Akhirnya Hakim Soebandi memutuskan sidang akan dilanjutkan Senin depan (5/3/2018).

“Sidang selanjutnya akan dilaksanakan dua kali dalam seminggu, yaitu Senin dan Rabum,” ujar Soebandi disambut suara gemuruh pengunjung yang  meneriaki ke tiga terdakwa.  (anton/tri)