Wednesday, 13 November 2019

DPRD DKI Desak Pemprov Tata Utilitas

Senin, 5 Maret 2018 — 14:46 WIB
dokumentasi/toga

dokumentasi/toga

JAKARTA – DPRD DKI Jakarta mendesak pemprov segera menata utilitas di Jakarta. Utilitas terintegrasi mendesak dibangun karena tanpa itu, ibukota menjadi semrawut seperti saat ini. Kabel milik Telkom dan PLN berseliweran di udara Jakarta.Belum lagi menara seluler yang banyak tersebar menambah kesemrautan Jakarta.

Maruara Siahaan, anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta,mengatakan pembangunan sarana terpadu untuk utilitas tersebut mendesak. “Bila tidak Jakarta tidak akan pernah beranjak dari kesemrautan,”katanya, usai rapat di Komisi D DPRD, Senin (5/3/2018).

Iamenjelaskan, pembangunan sarana utilitas terpadu tersebut sudah harus dimulai secara bertahap. Ke depan kabel, kabel listrik atau telepon, termasuk menara seluler tidak boleh lagi ada di atas. “Harus tertanam di bawah secara terintegrasi,”katanya.

Selain itu, instansi terkait sepeti dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air serta PDAM Jaya tidak harus melakukan galian tiap tahun. Situasi itumembuat tiap akhir tahun Jakarta tampak semrawut karena adanya galian saluran air dimana-mana.

“Ini harus dipikirkan dari sekarang.Bila sudah ada, instansi akan lebih mudah melaksanakan kegiatannya. Selain itu, pendapatan daerah dari retribusi utilitas bisalebih besar masuk ke kas daerah,”katanya.

Pada tahun 2002, Pemprov DKI Jakarta ,pernah melakukan kajian menyangkut rencana pembangunan sarana utilitas terpadu. Dari rencana tersebut, tergambar besarnya dana yang harus dikeluarkan yakni mencapai Rp51 triliun.

Pada bagian lain, Maruara juga meminta pemprov menertibkan menara microcell yang banyak berdiri di sarana umum seperti trotoar dan di atas saluran air. “Ini banyak yang liar,”katanya.

Tiang microcell itu,katanya makin menambah kesemrawutan. “Yang satu belum bisa diatasi, tapi muncul lagi persoalan lain.”

(john/sir)

Terbaru

Petugas jaga dilengkapi metal detector memeriksa tas bawaan pengunjung. (dadan)
Rabu, 13/11/2019 — 20:07 WIB
Efek Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan
Polres Purwakarta Dijaga Ketat, Pengendara Ojol Dilarang Masuk