Thursday, 14 November 2019

Wanita yang Ditembak Usai Salat Magrib, Dituding Dukun Santet

Kamis, 15 Maret 2018 — 20:48 WIB
Atikah (40),  dianiaya dan ditembak usai Salat Magrib dirawat di rumah sakit.

Atikah (40), dianiaya dan ditembak usai Salat Magrib dirawat di rumah sakit.

SUKABUMI – Motif penganiayaan dan penembakan Atikah (40) usai salat Magrip, warga Kampung Babakankubang, Desa Mekarmukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat masih misterius. Namun berhembus isu, bahwa istri Apud (50) ini dikenal sebagai dukun santet.

Tudingan isu terhadap korban memiliki ilmu hitam ini dibenarkan Kepala Desa Mekarmukti, Ahmad Bajuri. Akan tetapi, Ahmad menepis tudingan itu lantaran tanpa didasari bukti-bukti kuat.

“Isu (dukun santet) terhadap korban sudah berhembus sejak lama, malah sebelum saya menjabat kades. Tapi kan tidak ada buktinya,” tutur Bajuri.

Malah, warga sekitar mengenal korban merupakan muslim taat, termasuk suami dan keluarganya. Selama ini, korban kerap menjalankan kewajiban ibadah lima waktu dan mengikuti pengajian bersama warga lainnya.

Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi menegaskan dari hasil penyelidikan sementara memang korban dituding atau difitnah sebagai dukun santet. Pelaku yang diduga dua orang ini memakai cara sendiri karena terpancing dengan isu atau kabar bohong itu. Jadi, pelaku yang diduga dua orang ini merasa ada keluarganya yang sakit namun tak kunjung sembuh dan menyalahkan korban.

(Baca: Polisi Buru Penganiaya dan Penembak Wanita Usai Salat)

“Kita telah melakukan olah TKP dan menyita barang bukti seperti tali serta kayu yang digunakan untuk menganiaya korban di lokasi. Dari pemeriksaan visum luar, korban mengalami luka di wajah, leher, dan dada. Ada proyektil peluru kaliber kecil bersarang di dada sebelah kiri. Korban kini masih dirawat,” ungkapnya.

Diketahui, penganiayaan yang dialami Atikah terbilang sadis. Penganiayaan yang terjadi pada Senin (12/3/2018) lalu ini ketika korban usai menunaikan Salat Magrib di rumahnya, sekira pukul 18.15 WIB. Saat itu, dia seorang diri lantaran suaminya, Apud tengah berjamaah di masjid dekat rumahnya.

Saat khusyu wirid, Atikah disambangi dua pelaku dan korban langsung dipukuli. Pelaku juga mengikat korban di bagian dada. Sadisnya lagi, pelaku menembak korban menggunakan senapan angin yang biasa digunakan untuk berburu babi. Lalu korban diseret ke halaman rumah.

Korban terkapar di halaman rumahnya dan kali pertama diketahui oleh cucu perempuannya yang baru berusia sekitar empat tahun. Bocah tersebut berteriak minta tolong hingga terdengar warga sekitar.

Tak lama, warga datang ke lokasi. Melihat massa, para pelaku yang memakai penutup muka itu kabur.

Dari foto X-ray ada dua proyektil peluru bersarang di dada korban. Beruntung, peluru itu tak menembus paru-parunya. Dari pemeriksaan oleh dokter spesialis forensik di RSUD R Syamsudin SH, operasi pengambilan proyektil peluru akan dilakukan Jumat (16/3/2018).

Kepala Bidang Penanganan Keluhan RSUD R Syamsudin, Wahyu Handriana, menuturkan kondisi Atikah saat ini sudah membaik dan dapat berkomunikasi. “Pasien diminta untuk puasa. Besok (Jumat) oleh tim ahli bedah akan dioperasi untuk mengambil proyektil peluru di dada kirinya,” jelasnya. (sule/b)

Terbaru

Jumat, 15/11/2019 — 6:20 WIB
Regulasi Skuter Listrik
Pasukan biru Satpel SDA Kecamatan Kembangan menguras saluran tertutup dengan ketebalan lumpur 40 cm di saluran Phb Taman Kota di Kelurahan Kembangan Utara, Jakbar. (Rachmi)
Jumat, 15/11/2019 — 6:06 WIB
Pasukan Biru Kuras 324 Saluran di Kembangan
ayo
Jumat, 15/11/2019 — 5:32 WIB
Biadab, Biadab, Biadaaabbb!
barbuk sabu dan hp - ist
Jumat, 15/11/2019 — 5:05 WIB
Sindikat Narkoba di Lampung Digulung