Monday, 21 October 2019

Dua Berkas Perkara Bank BJB Dilimpahkan ke Kejari Bandung

Sabtu, 31 Maret 2018 — 13:27 WIB
Direktur Penyidikan pada Jampidsus (Jaksa  Muda Pidana Khusus) Warih Sadono .(dok)

Direktur Penyidikan pada Jampidsus (Jaksa Muda Pidana Khusus) Warih Sadono .(dok)

JAKARTA – Kejaksaan Agung melimpahkan tahap dua berkas perkara perkara pembangunan Bank BJB Tower dan tersangka Tri Wiyasa ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung,  Jabar.

“Berkas Tri sudah kita limpah tahap dua ke PN Bandung,  Rabu,” kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Warih Sadono saat dikonfirmasi, di Jakarta,  Sabtu (31/3).

Dengan pelimpahan tahap dua dari tim penyidik ke tim jaksa penuntut umum,  maka hanya dalam hitungan hari berkas perkara korupsi pembangunan BJB Tower,  yang merugikan negara sebesar Rp217 miliar segera diajukan dan digelar,  di Pengadilan Tipikor Bandung,  Jabar.

Warih menjelaskan pelimpahan berkas perkara ini sebagai wujud komitmen Pimpinan Kejaksaan, guna menuntaskan setiap perkara korupsi,  khususnya perkara Tri Wiyasa.

“Sesuai komitmen kita,  setiap perkara yang cukup bukti kita jadikan tersangka dan perlara dilimpah ke pengadipan, ” tegas Warih.

Tri Wiyasa yang juga  Direktur Utama PT Comradindo Lintasnusa Perkara (CLP)  ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (17/1)  dan langsung ditahan pada hari itu juga.

Tersangka lainnya, Kadiv Umum Bank BJB Wawan Indrawan telah tiga tahun diajukan ke Pengadilan Tipikor Banding dan bebas.

Namun,  jaksa mengajukan kasasi dan dikabulkan Mahkamah Agung (MA),  2017 dan divonis selama delapan tahun dan bayar uang pengganti Rp217.miliar dan dibebankan ke korporasi.

Mantan Buronan

Sebenarnya,  Tri sudah dijadikan tersangka bersama Wawan Indrawan yang kini meringkuk di Lapas Sukamiskin,  tapi status tersangka sempat dicabut usai pra-peradilannya dikabulkan mengacu putusan bebas Wawan.

Tali, nasib bicara lain.  MA kabulkan kasasi jaksa penuntut umum,  Tri pun diuber dan dijadikan tersangka dan ditahan.

Perkara berawal saat Bank BJB berniat membeli 14 dari 27 lantai di T-Tower untuk gedung kantor cabang khusus di Jakarta, Jalan Gatot Subroto,  Kav 93, Jakarta Pusat, 2006.

Lahan ini milik PT Comradindo dan disepakati harga tanah sebesar Rp 543,4 miliar. Kemudian BJB membayar uang muka Rp 217,36 miliar. Sisanya dibayar secara mengangsur sebesar Rp 27,17 miliar yang dibayar per bulan selama 1 tahun. Namun, faktanya terjadi penyalahgunaan dan akhirnya negara dirugikan Rp217 miliar.

Pengusutan perkara ini akan terus berlanjut dan tidak berhenti kepada Wawan dan Tri,  sepanjang ditemukan fakta hukum baru. (ahi/tri)