Friday, 22 November 2019

Antisipasi Kebakaran Benahi Permukiman Padat

Senin, 2 April 2018 — 6:00 WIB

MEMASUKI musim kemarau, musibah kebakaran di Jakarta mulai sering terjadi. Dalam beberapa hari ini saja, dua peristiwa besar itu telah menimpa warga di Perumahan Taman Kota dan Taman Sari, Jakarta Barat.

Akibat amukan si ‘Jago Merah’ warga dipaksa mengungsi karena tempat tinggalnya hangus. Bukan hunian saja, Sabtu (31/3/18) siang, pabrik besar pembuat rambut palsu (wig) juga ludes dimangsa api.

Seringnya terjadi musibah kebakaran, Wakil Gubernur Sandiaga Uno menyatakan prihatin, dansegera mencari solusi antara lain akan bekerja sama dengan PT PLN untuk melakukan pemetaan. Ia segera keliling wilayah melihat daerah yang rawan kebakaran.

Langkah Sandiaga yang cepat bergerak dan mencari solusi mengurangi terjadinya musibah kebakaran patut didukung. Sebab, masih banyak permukiman di Jakarta yang rawan kebakaran.

Sesuai dengan data, tak kurang dari 55 daerah di Ibukota masuk dalam kategori rawan kebakaran. Dan diantara 55 daerah itu, 35 daerah di antaranya tergolong super rawan kebakaran. Daerah yang super rawan dimangsa api ini berada di perkampungan padat penduduk.

Kebakaran memang musibah. Siapapun tak tahu persis musibah itu kapan akan datang. Namun, demi mengantisipasi terjadinya musibah kebakaran, memetakan potensi daerah rawan perlu dilakukan. Tujuannya untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran.

Musibah kebakaran itu terjadi karena kelalaian manusia. Musibah ini sering terjadi di permukiman padat penduduk yang sistem instalasi listriknya tidak sesuai dengan aturan atau kebakaran karena terkait arus pendek aliran listrik.

Berdasarkan catatan, penyebab kebakaran paling tinggi karena korsleting listrik, disusul kompor meledak, lampu, puntung rokok, dan lainnya. Adapun lokasi daerah sangat rawan kebakaran merata di setiap wilayah kota.

Menganatisipasi musibah kebakaran memang banyak cara. Tetapi melihat fakta bahwa musibah ini banyak karena korsleting listrik sudah saatnya Pemprov DKI Jakarta dengan menggandeng PT PLN melakukan gerakan pembenahan instalasi listrik di permukiman warga.

Selain itu, mengurangi musibah kebakaran, Pemprov DKI Jakarta juga segera membenahi perkampungan pada penduduk secara menyeluruh. Apalagi berdasarkan data, sebagian besar musibah kebakaran terjadi di permukiman padat penduduk. @*