Monday, 14 October 2019

Nangis dan Cium Tangan, Sopir Taksi Online Lindas Kaki Polisi Minta Maaf

Kamis, 12 April 2018 — 10:58 WIB
gedung Direktorat Lalu Lintas

JAKARTA – Sembari menangis, Watoni, pengemudi Suzuki Ertiga dengan nomor polisi B 20xx KKE meminta maaf kepada Hermansyah Sitorus, anggota Direktorat Lalu Lintas yang telah diludahi, dimaki, dan kakinya dilindas saat ditilang karena melanggar sistem ganjil-genap.

Pasca ditangkap, Watoni dan Hermansyah sempat dipertemukan oleh penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya saat menjalani berita acara pemeriksaan (BAP) tambahan pada Rabu (11/4/2018) kemarin.

Hermansyah menyebut, Watoni telah meminta maaf kepada dirinya sembari menangis dan beberapa kali menjabat serta mencium tangannya agar dimaafkan dan meminta agar mencabut laporan.

(Baca: Memaki, Ludahi Muka, Lindas Kaki Polantas, Pengemudi Mobil Ditangkap)

 

“Ngobrol sebentar dia minta maaf dan meminta saya cabut berkas itu permintaan dia, dia mengakui kesalahan dia. Kalau dari matanya sempat berlinang juga sambil pegang-pegang tangan saya juga,” kata Hermansyah kepada poskotanews.com, Kamis (12/4/2018).

Dengan lapang dada Hermansyah secara pribadi mengaku telah memaafkan perbuatan Watoni. Namun, dia enggan mencabut laporan seperti yang di kehendaki pelaku.

“Kalau secara pribadi kan saya maafin, tapi kan karena hukum sudah berjalan ya saya juga tergantung dengan pimpinan juga karena kami kan institusi bukan pribadi jadi udah beda urusannya,” tegas dia.

Kepada Hermansyah, Watoni saat itu mengaku tengah kesal kepada penumpangnya yang dia bawa sehingga melakukan tindakan yang tidak terpuji kepada dirinya.

“Alasannya kesel sama penumpang dia saja, tapi saya nggak banyak nanya sama dia kesel kenapa. Dia ini taksi online dan bawa penumpang saat itu,” ucap dia.

Hermansyah pun membenarkan jika saat itu pelaku memaki, meludahi, dan menginjak kakinya dengan roda mobil setelah ditilang karena melanggar sistem ganjil-genap.

“Sekarang kaki sudah sehat sudah bisa dinas dari kemarin, nggak ada lagi rasa sakit karena mungkin kemarin itu beberapa hari memar,” kata dia.

Kamis (5/4/2018), Hermansyah melapor pengemudi Suzuki Ertiga B 20xx KKE ke Sentra Pengaduan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Pasalnya, dia mendapat perlakuan tidak baik dari pengemudi yang melanggar sistem ganjil genap di Flyover Kuningan, Jakarta Selatan sekitar pukul 09.00.

Saat pengemudi menghentikan kendaraannya langsung melontarkan kata-kata penghinaan kepada anggota polantas tersebut. Namun, anggota tetap melakukan penilangan terhadap pengemudi sesuai pelanggaran.

Tidak terima, pelaku langsung memundurkan kendaraan hingga ban belakang melindas kaki kanan korban hingga luka memar. Tidak sampai disitu, pelaku juga meludahi muka korban sebelum akhirnya tancap gas.

Sesuai laporan, pelaku dijerat Pasal 351 KUHP dan atau Pasal 335 KUHP dan atau Pasal 21 KUHP dengan tuduhan Penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan dan melawan petugas.

(yendhi/sir)