Tuesday, 15 October 2019

Jaksa Agung Klaim, Proyek Listrik 35 Ribu MW Berjalan Tanpa Masalah Hukum

Sabtu, 14 April 2018 — 16:46 WIB
Jaksa Agung M Prasetyo. (ahi)

Jaksa Agung M Prasetyo. (ahi)

JAKARTA  – Jaksa Agung M  Prasetyo mengklaim Proyek Listrik Strategis 35 ribu MW berjalan baik tanpa masalah hukum. “Ini tidak lepas dari pendampingan dan pengalaman (mendampingi proyek strategis lain) Kejaksaan,  maka proyek PLN itu berjalan tanpa masalah hukum, ” kata Prasetyo,  di Jakarta,  Sabtu (14/4).

Proyek listrik 35 ribu MW dijadwalkan pemerintahan Jokowi-JK selesai dalam lima tahun,  sejak dilantik sebagai Presiden dan Wapres,  akhir,  2014 lalu. Pengadaan listrik ini guna memenuhi listrik di Tanah Air.

Prasetyo menjelaskan kerjasama dengan PLN itu dituangkan dalam bentuk perjanjian kesepahaman (MoU) di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).

Perjanjian itu merupakan perpanjangan dengen MoU sebelumnya.  “Meraka (PLN)  merasa sangat terbantu. Kita juga karena proyek strategis,  maka terus kita amankan, ” terangnya.

Kerja sama dalam bentuk Mou yang diperpanjang itu bukan hanya Dlatun dan PLN,  tetapi juga Kejaksaan Tinggi (Kejati)  dan semua General Manager (GM) PLN di seluruh Indonesia. “Mereka akan melanjutkan koordinasi sinergitas dan kerja sama untuk kebersamaan proyek kelistrikan di Indonesia,” akhirinya.

Selain MoU,  Kejaksaan mengawasi proyek strategis lainnya,  dalam bentuk Tim Pengawalan,  Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan.  Tim berada di pusat dan di 34 Kejati se-Indonesia. Keberadaan ini sebagai upaya agar proyek-proyek tersebut dalam berjalan baik tanpa kendala hukum.  (ahi/win)