Tuesday, 22 October 2019

Bandar Narkoba Jaringan Malaysia Ditembak Mati

Selasa, 17 April 2018 — 19:07 WIB
Anggota jaringan pengendar narkoba

Anggota jaringan pengendar narkoba

TANGERANG – Usai sudah petualang Agung Budi Santoso alias Abang (34) di lembah hitam. Bandar heroin se-Jabodetabek itu ditembak mati Satnarkoba Polres Metro Tangerang yang menyergapnya. Sebutir pelor polisi akhirnya mengantar Abang ke akhirat.

“Tindakan tegas terpaksa dilakukan karena tersangka menyerang anggota dengan golok saat ditangkap di rumah kontrakannya di Karawaci, Kota Tangerang,” kata Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan di RSUD Tangerang, Selasa (17/4/2018).

Dari tangan pria asal Banjarnegara, Jawa Tengah itu, lanjut Harry, disita 1 kilogram heroin, paket sabu, sebilah golok, paspor dan 3 KTP dengan identitas berbeda. Harry menduga kuat, Abang merupakan sindikat narkotika jaringan Malaysia.

“Dilihat dari paspor yang kami sita, tersangka sering bolak-balik ke Malaysia. Kami menduga dia jaringan narkotika asal Malaysia,” beber Harry.

Harry menambahkan, Abang merupakan residivis yang baru menghirup udara bebas. Sebelum ditembak mati, pria 34 tahun ini mendekam di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

“Tersangka jebolan Nusakambangan dan belum lama bebas,” ucapnya didampingi Kasat Narkoba AKBP Farlin Lumban Toruan.

Harry membeberkan kronologis penangkapan bandar heroin se-Jabodetabek ini. Sebelum menyergap Abang, anggota Satnarkoba Polres Metro Tangerang lebih dulu menangkap tujuh kaki tangan Abang.

Inisial mereka yakni, ST (47), PL (42), RK (37), AS (36), RH (33), AE (30), serta NR (36). Mereka diamankan petugas di sejumlah kawasan di Tangerang.

“Pertama kami menangkap ST di Tangerang Selatan. Dia ini perempuan, dengan barang bukti 98 butir ekstasi, 22 serbuk ekstasi, dan alat timbang serta alat hisap sabu,” ungkap Harry.

Dari pengakuan wanita yang tengah hamil 5 bulan itu, polisi menangkap PL, RK, AS, RH dan AE. Hasil keterangan para pelaku yang diamankan, lanjut Harry, pihaknya kemudian menangkap Abang di Karawaci, Kota Tangerang.

“Total sabu yang kita ada 1 kilogram sabu,” ujar Harry.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 Undang-undang RI no 35 tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup penjara. (Imam)