Friday, 06 December 2019

Polisi Tangkap Tiga Tersangka Pemalsu Dokumen Sirip Hiu

Jumat, 20 April 2018 — 13:42 WIB
tersangka pemalsu dokumen-cw6

TANGERANG – Polresta Bandara Soekarno-Hatta menangkap, NW (32), RS (41) dan TR (31), tersangka pemalsuan dokumen rekomendasi pengiriman sirip hiu ke Makasar.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Akhmad Yusep mengatakan, awalny petugas Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jakarta 1 Bandara Soekarno-Hatta mendapat surat permohonan dan pemeriksaan jenis dan kesehatan ikan dari PT CMB Express.

“Jenis barang sirip ikan hiu dengan jumlah 6 koli berat 90 kilo tujuan ke Makasar dengan pesawat Sriwijaya Air,” ucapnya di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (20/4/2018).

Petugas BKIPM yang memeriksa dokumen itu menemukan kejanggalan. Ia pun menanyakan perihal keaslian dokumen tersebut ke petugas Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (PSPL) Serang.

“Setelah dicek, ternyata benar ada kejanggalan di dokumen itu,” papar Yusep.

Kejanggalan tersebut terlihat dari kop surat, nomor surat, tujuan pengiriman produk, tidak memiliki nama latin produk, cap dinas yang berbeda, tanda tangan palsu.

“Terus tujuan tembusan berbeda dan dokumen tidak memiliki barcode,” kata Yusep.

Atas penemuan itu, dapat dipastikan jika dokumen tersebut palsu. Petugas Loka PSPL Serang pun melaporkan kejadian itu ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta.

Mendapat laporan itu, polisi langsung melakukan penyelidikan dan mendapatkan beberapa petunjuk. Dari petunjuk itu, petugas mengarah terhadap tiga tersangka NW, RS, dan TR. Lalu, pada Jumat pekan lalu, polisi berhasil menangkapnya.

“NW, RS, dan TR berhasil kita tangkap. Ia memiliki peran yang berbeda-beda,” ujar Yusep.

NW berperan sebagai pemalsu dokumen rekomendasi yang dikeluarkan oleh Loka. RS menerima orderan barang berupa sirip hiu dari pemilik barang yakni MD. Sedangkan TR berperan sebagai pencetak dokumen palsu tersebut.

Dalam kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti yakni, dokumen palsu, ponsel, komputer dan printer. Para tersangka sendiri saat ini mendekam di sel Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk dilakukan pendalaman.

(cw6/sir)