Wednesday, 13 November 2019

Jaringan Pemasok Narkoba ke Lapas Cipinang Dibekuk, Disita 14 Kg Sabu

Selasa, 24 April 2018 — 18:22 WIB
Polisi tunjukkan narkoba yang disita dari jaringan pemasok sabu ke Lapas Cipinang

Polisi tunjukkan narkoba yang disita dari jaringan pemasok sabu ke Lapas Cipinang

JAKARTA –Unit Narkoba Polres Jakarta Timur meringkus jaringan pengedar sabu yang biasa menyuplai barang haram penghuni ke Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Cipinang, Selasa (24/4). Lima orang pelaku dengan barang bukti sabu seberat 14 kilogram diamankan petugas.

Kelima pelaku adalah GE, IM, AB, FTF dan FF, yang saat ini meringkuk di ruang tahanan Polres Jakarta Timur. Mereka diamankan dari beberapa lokasi berbeda dan diduga mereka merupakan jaringan Internasional dari negara Cina.

Kapolres Jakarta Timur, Kombes Tony Surya Putra mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari penangkapan yang dilakukan petugas keamanan lapas. Dimana kala itu, GE dan IM akan masuk lapas dengan berpura-pura sebagai pembesuk. “Saat itu keduanya hendak mengirimkan paket narkotika dengan berat 830,98 gram,” katanya, Selasa (24/4).

Dikatakan kapolres, kedua pelaku memasukan paket sabu ke kaleng roti untuk diserahkan kepada napi berinisial DC. Namun belum sempat diberikan, penangkapan atas keduanya dilakukan. “Berbekal pengungkapan itu, anggota langsung melakukan pengembangan untuk mengungkap lebih jauh lagi,” ujar Kombes Tony.

Berdasarkan keterangan yang didapat dari dua pelaku, sambung kapolres, mereka mengaku membawa sabu atas perintah dari KJ dan FN. Dimana sebelumnya, kedua pelaku menerima barang di depan Mall Botani Square Bogor Jawa Barat. “Kami juga menyita sabu seberat 93,36 gram dari tempat tinggal pelaku di Apartemen Grand palace Tower C, Jakarta Pusat,” kata Kapolres lagi.

Tak puas dengan hasil tangkapannya, lanjut Kombes Tony, petugas pun bergerak menyergap AB di Sukabumi, dan FTF yang akhirnya ditangkap di tempat kostnya, Duren Sawit, Jakarta Timur. Selanjutnya, pada Sabtu (21/4) petugas juga menangkap FF di apartemen Basura, Jatinegara. “Dari tangan pelaku, kami menemukan 12 kilogram sabu yang masih tersimpan rapi pada kemasan teh,” ungkapnya.

Dari pengakuan pelaku, dalam setiap sekali pengiriman barang haram itu, mereka mendapatkan upah sebanyak Rp10 juta sampai Rp15 juta. AB salah satu pelaku mengaku sudah beraksi sebanyak 15 kali untuk mengirim sabu yang dilakukan sejak 2015. “Upah yang diberikan dari cocon yang saat ini masih kami biru,” ungkapnya.

Atas aksi yang dilakukan pelaku, seluruhnya akan dijerat dengan pasal 114 undang-undang narkotika no. 35 tahun 2009. Pelaku akan mendapat hukuman penjara seumur hidup dan maksimal hukuman mati. (Ifand/M9/b)