Thursday, 21 November 2019

Pajak Menunggak, Puluhan Motor Terjaring Razia di Jaksel

Selasa, 24 April 2018 — 20:25 WIB
Seorang pengendara yang terjaring razia sedang dimintai keterangan.  (wandi)

Seorang pengendara yang terjaring razia sedang dimintai keterangan. (wandi)

JAKARTA  – Puluhan kendaraan roda dua dan empat terjaring operasi gabungan oleh Samsat DKI Jakarta Selatan dan Satwil Lantas Jakarta Selatan di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Selasa (24/4).

Kendaraan-kendaraan ini dirazia karena pemiliknya nunggak pajak antara satu hingga dua tahun dan kendaran mereka langsung di tilang petugas.

Ridwan (32) seorang pengendara, mengaku dirinya memang sudah hampir dua tahun belum memperpanjang STNK dikarenakan ia tak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) sesuai dengan nama dalam STNK.  Sebab selain membayar pajak kendaraan dirinya juga harus balik nama.

“Memang saya  belum balik nama karena beli motornya bekas sehingga telatnya bayar pajak sudah dua tahun. Tadinya saya mau cari duit dulu untuk bayar pajak dan balik nama, ” kata Ridwan.

Karena sudah terjaring razia warga Pasar Minggu,  Jakarta Selatan tersebut dalam waktu dekat akan mengurus pemindahan nama supaya bisa membayar pajak kendaraan dengan tertib

Sementara itu Kanit PKB BBN-KB Jakarta Selatan, Khairil Anwar mengatakan, razia yang dilakukan ini sudah sesuai Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 mengenai pengesahan STNK yang sah setiap tahun. Ini dilakukan tujuannya agar pemilik kendaraan taat membayar pajak.

“Razia ini juga salah satu upaya membuat efek jera bagi pemilik kendaraan agar merena taat membayar pajak.  Dengan demikian, bagi kendaraan yang tidak membawa STNK yang sah termasuk menunggak pajak, dia dianggap melanggar aturan, makanya kami ambil tindakan untuk di tilang,” kata Khairil Anwar.

Operasi ini juga merupakan salah satunya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib membayar pajak kendaraan bermotor. Makanya ia mengimbau agar masyarakat membayar pajak setiap tahunnya secara tertib.

Dalam ini sebanyak 41 kendaraan yang menunggak pajak diambil tindakan.  Kendaraan-kendaraan tersebut terdiri dari 22 kendaraan yang masuk kategori telat bulanan dan 19 kendaraan yang masa pembayaran pajaknya sudah terlambat lebih dari satu tahun.

Sedangkan Kasubag Tata Usaha PKB dan BBN-KB Samsat Jakarta Selatan, Budianto menambahkan, penindakan sebanyak 41 kendaraan bermotor, baik roda empat maupun roda dua tersebut memiliki potensi pajak sebesar Rp120.728.700. Menurutnya,  angkat tersebut sebatas pajaknya dan belum denda.

“Selama ini memang banyak kendaraan yang nunggak pajak,  makanya kami menggelar oparasi seperti ini.  Kami sangat berharap kesadaran masyarakat akan bayar pajak nanti aman tumbuh berkembang, ” kata Budianto.

Di samping razia pada kesempatan ini juga dilakukan sosialisasi asuransi Jasaraharja kepada pengguna kendaraan  bermotor. Sebab ini penting dilakukan agar masyarakat mendapatkan pemahaman pengurusan klaim asuransi Jasaraharja. (wandi/win)