Monday, 21 October 2019

20 Kg Sabu Disita

Tiga Kurir Narkoba Jaringan Malaysia-Indonesia Ditangkap BNN

Kamis, 26 April 2018 — 12:04 WIB
Komjen Pol Heru Winarko, Kepala BNN saat menunjukkan sabu yang berhasil diamankan,  Kamis (26/4/2018).(Cw3)

Komjen Pol Heru Winarko, Kepala BNN saat menunjukkan sabu yang berhasil diamankan, Kamis (26/4/2018).(Cw3)

JAKARTA –  Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap tiga kurir narkoba jaringan Malaysia-Indonesia di dua lokasi berbeda pada Rabu (18/4).

“Tersangka yang ditangkap ini berasal dari tetangga kita yang masuk melalui laut dan ditangkap di Indonesia di Kepulauan Riau,” ungkap Komjen Pol Heru Winarko, Kepala BNN pada Kamis (26/4/2018).

Dalam penangkapan tersebut, BNN berhasil mengamankan narkotika jenis sabu sebanyak 20kg dan 3 orang tersangka berinisial MA (37), ZA (37) dan FAS (36). Para tersangka ditangkap di dua lokasi berbeda.

sangka

Tiga Kurir sabu  yang ditangkap BNN. (Cw3)

Petugas menangkap ZA dan FAS pada Rabu (18/4/2018) di sebuah SPBU di Jalan Lintas Timur, Jambi-Riau Ukui Satu, Kecamatan Ukui, Kabupaten Palalawan, Provinsi Riau dengan membawa sabu sebesar 10kg yang disimpan di dalam mobil.

3 bungkus di saringan udara, 2 bungkus di dalam dashboard dan 5 bungkus di kotak besi terkunci yang di las pada rangka bawah mobil. Pembungkus sabu tersebut menggunakan kantung plastik hitam bermotif seperti batik.

Sedangkan MA ditangkap di Jalan Raja Ali, Gang Kelapa 2, Dumai, Provinsi Riau pada Sabtu (21/4). Setelah menangkap MA, petugas menggeladah rumah orang tua tersangka yang berada di Jalan Raja Ali Gang Kelapa 3, Dumai, Pekanbaru, Riau dan mendapatkan 10 bungkus sabu dengan total 10kg yang di simpan di langit-langit atap rumahnya.

Awal kejadian bermula ketika ZA dan FAS berangkat dari Bireun, Aceh atas perintah TA yang masih dalam DPO untuk mengambil sabu dari MA di Riau yang akan dibawa melalui ke Lampung. Namun kedua tersangka lebih dulu ditangkap oleh petugas sebelum sampai ke tempat MA.

Setiap kurir dalam sindikat yang baru berjalan 2 tahun ini mendapatkan upah Rp10-25juta per kg sabu yang diantarkan.

“Upahnya sekitar Rp10-25juta per kilogram sabu,” terang Irjen Pol Arman Depari, Deputi bidang Pemberantasan BNN.

“Yang penting mereka itu dapat barang dapat ongkos angkut. Karena mereka keburu ketangkep kita bisa selamatkan 100 ribu jiwa dari penyalahgunaan narkoba” saut Komjen Pol Heru Winarko.

Kini ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. (Cw3/tri)